Ruang Privat dan Rahasia

22:42



Saya tidak punya banyak kata-kata terkait perluasan pasal zina dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Perluasan pasal zina itu akan membuat mereka yang terduga melakukan hubungan seksual di luar pernikahan yang tercatat dalam hukum dapat dipidana.  


Jadi, kalau kalian menikah siri, atau berhubungan dengan orang lain di luar pernikahan sah, maka kalian dapat dipidana. Biasanya, seseorang baru dapat dipidana bila dia melakukan hubungan di luar pernikahan, saat dia berzina dalam status menikah, dan pasangan resminya melaporkan hal tersebut. 


Terlepas dari hukum dalam berbagai agama bahwa zina adalah dosa besar, saya pikir seharusnya tidak ada yang boleh ikut campur dalam urusan kamar orang lain. Apakah saya akan membiarkan kalau anak saya berpacaran di dalam kamar dan melakukan aktivitas seksual? Jelas saya akan marah dan menyeret dia serta kekasihnya. Namun hal itu terjadi karena dia anak saya, dan saya adalah orangtuanya.


Saya tidak akan peduli pada teman saya yang tinggal bersama dengan kekasihnya di luar ikatan pernikahan. Itu urusan mereka, dan selama tidak ada yang disakiti, buat apa kita risau? Kalaupun misalnya mereka putus dan menyesal karena sempat tinggal bersama, apakah iya itu jadi masalah kita?



Manusia itu, menurut penulis Gabriel García Marquez, punya tiga dimensi kehidupan: publik, privat, dan rahasia. Apakah ketiganya harus jadi urusan kita? Tidak cukupkah satu dimensi kehidupannya jadi beban pikiran kita sendiri?


Kalau kalian memang mau mengurus urusan privat orang lain, uruslah di ruang privat kalian sendiri. Bergosiplah di kamar bersama teman kalian terkait moral orang lain. Kata-katailah sesuka kalian. Namun, cukup di kamar saja. Jangan melebar ke luar, apalagi sampai ke penjara.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe