White Bear Justice Park

17:22



Awalnya, saya merasa kasihan dengan Victoria Skilline. Dia terbangun dalam keadaan tidak tahu apa-apa, kemudian dikejar-kejar penjahat misterius, tanpa ada yang mau membantu. Yang mereka lakukan hanyalah merekam dirinya yang berlarian ke sana sini dengan pandangan menghakimi.

Itulah awal dari episode White Bear Justice Park dalam serial Black Mirror yang berkisah tentang dunia-dunia yang dipenuhi dengan teknologi canggih. Setiap episode memiliki tokoh, premis, dan Dunianya masing-masing. Namun yang menghubungkan semuanya adalah konsep bahwa teknologi tak selamanya bisa membuat Dunia ini indah.

Kembali lagi ke episode tersebut, rupanya Victoria Skillane adalah seorang tahanan yang ingatannya dihilangkan paksa, mengakhiri penderitaannya dengan muncul di White Bear Justice Park, dan lewat sebuah kendaraan berkaca tebal, melihat masyarakat menghakimi dirinya dan mengata-ngatai dirinya di luar. Kejadian di hari tersebut pun akan diulangi kembali di keesokan harinya lagi, lagi dan lagi, setelah ingatannya dihilangkan paksa.

Apa dosa Victoria sampai harus menanggung beban berat ini? Rupanya dia dan sang kekasih, menculik seorang anak di bawah umur. Sang kekasih menyiksa, membunuh, dan membakar anak itu. Sementara itu, Victoria merekam semua kejadian itu, seolah kejadian itu adalah sebuah hal menakjubkan. Sang kekasih bunuh diri di sel, dan Victoria harus menerima hukuman yang dianggap..sepadan dengan kejahatan itu.

Saya pun kemudian merasa tidak kasihan kepada Victoria. Namun setelah itu saya pun menyadari kalau Victoria tak seharusnya dihakimi dan dihukum dalam keadaan hilang ingatan. Di dunia nyata, bahkan mereka yang hilang ingatan atau hilang akal tak bisa dihukum layaknya orang normal.

Namun Black Mirror adalah serial satir tentang kecanggihan teknologi. Apa yang ditampilkan di sana sejatinya juga, terjadi di dunia yang kita diami saat ini, meskipun tidak sehiperbola itu.

*
Masyarakat tidak akan mudah melupakan hal buruk yang kamu lakukan. Sekali kamu melanggar norma, selamanya perbuatan itu tidak akan dilupakan, meskipun kamu sudah bertaubat dan menjadi orang yang lebih baik sekali pun. Masyarakat bukan pemberi ampun yang baik. Apalagi kalau masyarakat itu bermain Internet.

Contohlah seperti Verrel Bramastha yang selalu diingatkan oleh warganet akan video ciumannya yang tersebar dengan Nadine Waworuntu. Ariel "NOAH" dengan skandal videonya dengan Luna Maya dan Cut Tari. Laudya Cynthia Bella yang masih sering menerima komentar miring terkait foto-fotonya saat liburan dengan Julie Estelle yang dianggap bebas, terutama saat dia gagal bertunangan dulu. Bill Clinton yang selalu dihubung-hubungkan dengan Skandal Zippergate. Hal itu dibawa-bawa oleh warganet sebagai nilai minus yang membuat pertunangan itu batal.

Permintaan maaf dan perubahan mereka tak akan ada artinya karena masih akan ada banyak orang yang mengungkit-ungkit hal itu.

*
Penghakiman dari masyarakat di Internet sebetulnya suatu fenomena yang wajar. Masyarakat marah karena Florence Sihombing pernah menghina Jogja, wajar. Masyarakat geram karena Shafira Nabila yang menghina ibu hamil di kereta, wajar. Masyarakat kesal dengan Joshua Suherman yang keseleo lidah saat melakukan stand-up comedy, masih dapat dimengerti, walaupun mungkin Joshua tak bermaksud menghina agama tertentu (tetap saja apa yang dia lakukan kurang bijak).

Namun masyarakat semestinya melupakan dosa-dosa masa lalu orang-orang yang sudah meminta maaf dan berubah menjadi lebih baik. Bukannya tetap mengingatkan dosa-dosa itu di kolom-kolom komentar Instagram pribadi mereka, atau bahkan diingatkan terus melalui akun-akun gosip.

Sayangnya hal tersebut sulit untuk direalisasikan mengingat mental masyarakat memang serupa dengan apa yang digambarkan dalam episode White Bear Justice Park. Mereka tidak peduli kalau kamu sudah meminta maaf, "lahir kembali" jadi pribadi yang lebih baik, atau malah hilang ingatan, karena dosa-dosa sosialmu akan selalu dikenang dan kamu akan selalu dihakimi karena hal itu. Dalam keterpurukanmu, mereka akan mengingatkanmu pada hal itu lagi.

Kembali ke episode itu, sejujurnya saya lebih setuju kalau Victoria dihukum dengan masih mengingat dosa-dosanya. Namun mengingat lagi bahwa Black Mirror terinspirasi dari mental masyarakat di dunia nyata, nampaknya premis itu tidak relevan lagi..

Menyedihkan bukan, mengingat dunia yang kita diami segelap Black Mirror?

Foto: bethaniholstrom.net, pexel.com, dan Wikia.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe