Sewa Apartemen, Saat Hunian Meluas ke Atas

23:27

Layaknya elemen lain dalam hidup, hunian manusia pun berkembang dari masa ke masa. Pada masa Paleolithikum (Zaman Batu Tua), manusia hidup secara nomaden, atau berpindah-pindah tempat. Mereka tidur di mana saja, baik di bawah pohon, di padang rumput luas, hingga di atas bebatuan.

Pada masa Mesolitikum, manusia hidup dengan pola semisedenter. Berbeda dengan pola hidup Nomaden, saat manusia bisa berpindah-pindah tempat setiap hari, dalam pola semisedenter ini manusia bisa tinggal di gua dalam kurun waktu tertentu, kemudian berpindah lagi ke gua lainnya. Namun pada masa ini, sudah ada pembagian tugas untuk berburu (bagi pria), dan meramu (bagi wanita). Mereka berpindah tempat saat sumber makanan di dekat gua tersebut sudah habis.

Di masa Neolitikum, manusia sudah tahu cara bercocok tanam, sehingga mereka tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat. Pola hidupnya pun pada saat ini sudah masuk pada pola sedenter atau menetap.

Hingga kini, pola hidup manusia terus berkembang, meskipun masih menggunakan cara sedenter. Seiring dengan perkembangan zaman dan juga pertambahan populasi, konsep hunian pun tidak hanya berkembang ke samping, tetapi juga ke atas, atau biasa dikenal dengan rumah susun dan apartemen.

Hunian apartemen banyak ditemui di kota-kota besar, terutama yang menjadi ibukota seperti di Jakarta misalnya. Memang masih banyak orang yang menganggap bahwa tinggal di rumah tapak lebih baik ketimbang apartemen. Namun, di samping anggapan tersebut, toh sewa apartemen tetap diminati terutama oleh generasi milenial. Dikutip dari Sindonews,  Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk tinggal di apartemen dalam wilayah premium dengan lahan terbatas. 

Hal ini jelas bukan tanpa alasan kuat. Para generasi milenial terutama yang berada di kota besar memiliki beberapa alasan mengapa mereka lebih memilih tinggal di apartemen. Apa sajakah itu?

1. Sesuai dengan mobilitas tinggi
Konsep apartemen yang praktis, bagi generasi milenial sangat cocok dengan mobilitas mereka yang tinggi.  Ya, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah daripada di dalam rumah, sehingga tinggal di rumah tapak dianggap lebih merepotkan, dalam hal kebersihan misalnya.

Di apartemen, kebersihan, perawatan, dan lain sebagainya sudah dijamin oleh pihak pengelola, sehingga mereka tidak perlu membuang banyak waktu untuk merawat hunian mereka, mengingat waktu mereka banyak dihabiskan di kantor dan di jalan.

2. Dekat dengan kantor
Kebanyakan orang dari generasi milenial berpikir bahwa akses mudah ke kantor adalah poin utama dalam memilih hunian.

Apartemen biasanya dibangun di dekat berbagai fasilitas perkotaan, mulai dari pusat hiburan, pusat perbelanjaan, hingga perkantoran. Seperti sewa apartemen Jakarta Pusat misalnya. Apartemen-apartemen di Jakarta Pusat tidak hanya mewah dan futuristik, tetapi juga dekat dengan berbagai perkantoran, dan mudah pula aksesnya menuju CBD (Central Business District) di daerah lain.

3. Aman dan terjamin
Di apartemen, segala hal sudah dijamin oleh pihak pengelola. Bukan hanya masalah kebersihan saja, tetapi juga keamanan.

Hampir semua apartemen di Jakarta memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Hal ini tak lain dikarenakan para satpam apartemen selalu berjaga hingga 24 jam dan pada sebagian besar apartemen, mereka juga berkeliling, memastikan kondisi di setiap sudut apartemen baik-baik saja.

Layaknya gua, bangunan kayu, dan juga rumah dengan bata, apartemen adalah sebuah tanda progresifnya perkembangan peradaban manusia. Manusia, sebagai makhluk dengan kemampuan untuk berpikir, akan selalu mencari alternatif hunian-hunian baru guna beradaptasi dengan lingkungan. 

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe