Mengapa Menikah dengan Duda atau Orang Biasa? Dan Pertanyaan-Pertanyaan Lain..

07:59



Beberapa waktu yang lalu Laudya Cinthya Bella baru saja menikah dengan duda beranak satu bernama Engku Emran. Pernikahannya megah. Tingkat kegantengan dan kecantikan si pria dan si wanita pun juga sepadan, meminjam kalimat Sudjiwo Tedjo dalam Anyam-Anyaman: mantene wus dandan dadi dewa dewi..


Sebelumnya, royal wedding ala dunia hiburan pun juga dilangsungkan, tak jauh dari hari Bella menikah. Siapa lagi kalau bukan Raisa dan Hamish. 


Kedua pernikahan ini membuat netizen (berlagak sok) patah hati. Entah patah hati betulan atau hanya ingin meramaikan media sosial dengan celotehan patah hati seolah ditinggal mantan menikah, dan tidak diundang pula.


Namun bukan itu yang menarik untuk dibahas. Ada satu hal yang lucu, saking lucunya, saya berharap semoga tertawa itu lekas-lekas dilarang: kritik dan pertanyaan tentang kenapa si A mau nikah sama ini, si B mau nikah sama ini.


Bella kan cantik, artis kelas A, pengusaha, single lagi, kok mau sama duda?


Raisa kan masih muda, terkenal, tajir lagi, ngapain sih sama Hamish yang udah tua? Mending juga sama pengusaha muda


Ah, si Hamish kan dulu sama Tyra Banks, sekarang kok turun level jadi Raisa


atau yang paling hits


Bella pasti cuma mau sama hartanya!


Risiko punya hubungan yang diekspos ke publik adalah, menimbulkan banyak gumaman semacam itu di media sosial dan juga kolom komentar. Saya tidak tahu,mungkin saja para selebriti ini sudah melewati pelatihan mental sehingga bisa menerima komentar-komentar semacam itu tentang mereka tanpa merasa emosi, kemudian melanjutkan hidup mereka seperti biasa. Kalau saya jadi Bella atau Raisa, baru saja capek-capek mengurus pernikahan, belum lagi berdiri berjam-jam untuk menyenangkan tamu undangan, eh kok masih saja mendengar tuduhan-tuduhan semacam itu, emosi saya pasti tersulut. Mungkin saya akan membayar orang buat mencari siapa di balik pencetus komentar-komentar pedas soal pilihan hidup saya.


Apa yang dialami Bella dan Raisa ini bukan yang pertama. Sebelumnya ada pasangan Ben-Nesyana yang melewati pernikahan mereka dengan komentar semacam, "Ben kan duda, Nesya masih muda. Kok mau-maunya si??", atau "Yaelah masih cantikan Marshanda". Belum selesai sampai di situ, ada juga pasangan Fedi-Vanny, yang mendapatkan bingkisan pernikahan dengan komentar semacam "Wah Raline patah hati tuh ditinggal Fedi nikah. Kok nggak sama Raline aja sih? Ini pelarian ya? Kan cantikan Raline. Kan lebih terkenal Raline...", dan komentar-komentar lain yang kalau diteruskan, akan mengalahkan panjangnya rel kereta cepat Jakarta-Bandung yang saat ini sedang menjadi salah satu fokus pemerintah.


Sejujurnya, saya agak bingung melihat masyarakat kita yang seringkali menganggap kalau cinta bisa hadir hanya karena satu alasan saja. Oh dia ganteng, makanya lo mau. Oh tuh cewek famous sih. Oh si laki kan memang tajir. Oh, ini mah pelarian aja. 


Padahal, kalau kalian pernah jatuh cinta, kalian pastinya tahu kalau cinta bisa timbul karena satu alasan, atau malah banyak alasan. Saking banyaknya alasan itu, kalian sampai bingung, kenapa sih saya cinta sama dia?


Dan alasan yang banyak itu bukan cuma perkara fisik, harta, atau kebaikan hati. Bisa saja kamu jatuh cinta sama dia karena dia suka sama serial yang juga kamu sukai, karena dia jago jualan, karena dia kalau lagi bingung garuk-garuk kepala, atau karena dia tidak suka ngutang. Bisa juga kamu jatuh cinta sama dia karena dia cantik tapi tidak doyan selfie, atau karena dia kaya tapi tidak suka sok-sokan bergaya pakai motor Satria dan juga mobil Lambo.


Mungkin saja Gigi jatuh cinta sama Rafi karena Raffi kocak, Raffi senyumnya manis, Raffi hidupnya gila tapi asyik, atau apapun itu.


Mungkin juga Sandra Dewi mau menikah dengan Harvey Moeis bukan cuma karena resepsi Disney (resepsi cuma sehari, pernikahan itu seharusnya seumur hidup!), tetapi karena Harvey baik, pengertian, cerdas, enak diajak bicara.


Mungkin juga Fedi Nuril menikah dengan Vanny karena Vanny orang yang pandai berbisnis, mau belajar, dan selalu belajar jadi orang yang lebih baik.


Dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain. Toh kita juga bukan pengawal mereka 24 jam. Memangnya kita tahu apa yang mereka bicarakan? Kapan mereka mulai jatuh cinta satu sama lain? Sulitnya mereka cari vendor pernikahan? Pusingnya berurusan sama KUA dan catatan sipil? Berapa harga undangan mereka? Kalau kita tidak tahu hal-hal itu, bagaimana bisa kita berlagak tahu soal alasan mereka jatuh cinta?


Barangkali ya, supaya kita waras, dan supaya kalau suatu saat kita tidak jatuu cinta dengan cara yang sempit-sempit amat, kita harus belajar memahami kalau cinta bisa berlandaskan banyak alasan. Alasan-alasan yang mungkin sulit dijabarkan lewat kata-kata. Namun mengulik-ulik kekurangan hidup selebriti lewat komentar pedas dan bernada menuduh memang enak sekali. Mau Bella menjabarkan alasannya cinta kepada sang suami dengan buku setebal skripsi, netizen tukang tuduh akan sulit percaya. Atau tidak mau percaya? 

Foto: pexels.com

You Might Also Like

5 komentar

  1. Yang pasti, mereka memiliki alasan yang kuat ya buat menjalani pernikahan itu. Bisa saja mereka memilih pasangan yang lebih tua karena sudah mapan, atau mungkin juga karena sudah jauh lebih berpengalaman dalam masalah rumah tangga.

    ReplyDelete
  2. hemm.. ane yg masih belum nikah aja pilih2 gan.. hehe

    ReplyDelete
  3. yang namanya jatuh cinta gak bisa nolak dg siapa kita jatuh cinta, jatuh cinta datang kapan saja

    ReplyDelete
  4. netizen emang aneh komennya nyelekit dan sukanya jodoh2in artis 😂 makanya jd artis Indonesia mesti siap pny haters, dikomenin terus 😂

    ReplyDelete

Our Shop

Subscribe