Kalau Nggak Travelling, Pola Pikirnya Pasti Beda!

13:30



Saat berselancar di Instagram, saya menemukan kutipan seorang selebgram yang kurang lebih berbunyi seperti ini: "Orang yang travelling dengan yang nggak pernah pergi ke mana-mana pasti beda pola pikirnya.". Sebelumnya, kalimat tersebut diikuti dengan anjuran kepada anak muda untuk travelling alias berwisata.


Pernah ada pepatah yang sudah lama beredar dan tidak akan asing lagi terdengar di telinga kita. "The world is a book and one who doesn't travel only read one page". Saya akui berwisata akan membuka cakrawala kita dan memberikan pandangan serta pengetahuan baru  Wisata juga memperluas relasi kita, entah dengan teman seperjalanan, atau dengan orang baru di sebuah daerah. Wisata pun dapat membuat kita menemukan hal-hal baru, seperti yang pernah dilakukan oleh Marcopolo, Sven Hedin, hingga Columbus (lebih tepat kalau mereka disebut penjelajah, tetapi toh konteksnya sama).


Namun apakah masih berwisata harus jadi prioritas utama saat kebutuhan lain belum dipenuhi? Atau kita harus kerja keras bagai kuda untuk memenuhinya? Ibaratnya "nggak apa-apa nggak makan asal masih bisa ikut open trip.". Karena apa? Karena ada paket makan juga? Lalu bagaimana dengan cicilan? Kontrakkan? Tabungan sewaktu-waktu? Atau malah, sekolah dan kuliah?


Kalau kalian punya sedikit waktu, kalian bisa mengamati daftar pengikut pada selebgram ini (termasuk yang membuat kata-kata bijak seperti di atas, hint: mereka suami istri dan si suami dulunya punya akun anonim dengan avatar setan di Twitter). Kebanyakan pengikutnya adalah remaja dan anak kuliahan. Ya, tahu sendiri usia remaja dan kuliah adalah usia labil. Dengan quote indah terkait travelling itu, mereka pun kemudian akan menganggap kalau travelling adalah tujuan hidup. Lo harus travelling dulu, kalau nggak, nanti pola pikir lo.. (isi dengan kata sifat yang menurut kalian tepat).


Saya tahu betul kalau selebgram suami-istri yang pernikahannya megah itu hampir setiap waktu pergi berlibur. Entah berlibur atas inisiatif sendiri atau oleh sponsor. Namun jelas untuk memenuhi kebutuhan primer, kemampuan mereka lebih dari cukup.


Mereka bisa berbulan madu di Maladewa. Lalu jalan-jalan ke New York. Setelah itu, pergi naik balon udara di Melbourne, menikmati keindahan langit dan daratan yang mengecil bak film Up! Wisata ke kota-kota di Indonesia, jelas bukan hal yang sulit bagi mereka.


Kalau bisa memilih, semua orang mau jadi seperti mereka. Berjalan-jalan hampir setiap bulan. Hampir tidak ada orang yang mau terus menerus melakukan rutinitas kantor-rumah-kantor-rumah tanpa adanya hiburan. Namun nyatanya tidak semua orang punya uang untuk liburan. Nyatanya bahkan masih banyak orang yang menganggap liburan, bahkan sekadar ke kota sebelah, sangatlah mahal.


Sebetulnya, mau unggah foto liburan, mau mengunggah foto di balon udara, di dalam pesawat jet luar angkasa, atau du dalam misi ke Mars sekali pun, adalah hak tiap pemilik akun media sosial. Namun menghakimi orang yang tidak memprioritaskan liburan karena uang mereka terbatas, tidak sekaya selebgram, apakah hal tersebut masih pantas dilakukan?


Dan herannya, banyak warganet yang kagum dengan kutipan dari selebgram tersebut. 

You Might Also Like

1 komentar

  1. KZL, siih, yaak.. kesannya org yg gak jalan2 cupu, pemikiranny sempit, dll.. pdhl mah itu prioritas aja.. yg bs jalan2 yak syukur, yg gbs atau jarang jg gpp kalee.. emang dasar, yak, kids zaman now..

    btw, Sis, boleh tau selebgramnya siapa? sekalian mampir donk, Sis, k blog gw.. 😂😂😂

    ReplyDelete

Our Shop

Subscribe