Jarak Tak Selamanya Menyebalkan

22.03



Jarak itu menyebalkan bagi dua orang yang saling mencintai. Ibu dan anak. Ayah dan anak. Istri dan suami. Kekasih dan kekasih. 


Kita seringkali mendengar kisah tentang LDR (Long Distance Relationship) dan juga LDM (Long Distance Marriage). Musuh dari keduanya adalah jarak. Seandainya jarang tidak jauh terbentang, mereka tak perlu merasakan nestapa. Mereka bisa bertemu wajah setiap saat.


Anak yang merantau juga merasakan kesedihan saat mengingat bahwa orangtua dan anggota keluarga lain tak ada di dekatnya. Seringkali dia berharap bahwa dia bisa membawa orangtuanya ke tempat dia merantau agar tak perlu menahan kerinduan.


Intinya, jarak itu pemisah. Jarak adalah sebuah hal yang jahat.


Padahal,tidak selamanya jarak begitu. Jarak tidak sekadar memisahkan orang yang saling mencintai, tetapi juga memisahkan kebencian.


Kalian semua pastinya punya teman dekat. Kalian suka berteman dengan mereka karena secara keseluruhan, kalian merasa cocok satu sama lain. Sifat-sifat yang mendominasi diri kalian tidak saling berbenturan. Namun ada sifat-sifat atau sekadar kebiasaan yang kita sembunyikan saat kita berinteraksi dengan orang lain, atau tidak kita sadari ada dalam diri. kita.


Misalnya saja, kita punya kebiasaan lupa mengembalikan handuk setelah mandi. Teman dekat kita, yang punya sifat sangat rapi tidak akan mempermasalahkan hal tersebut karena dia tidak dirugikan. Namun apabila suatu saat kita harus tinggal bersama dengannya, bisa saja hal itu menjadi masalah besar.


Untuk itu, dalam beberapa perlombaan yang mewajibkan karantina, seringkali kita dengar cerita tentang para kontestan yang bertengkar satu sama lain, seolah mereka saling benci. Hal itu terjadi karena mereka,yang sebelumnya orang asing, harus berkumpul dan hidup serumah dalam kurun waktu tertentu. Ada sifat-sifat dan berbagai kebiasaan yang berbenturan.


Sama halnya dengan keluarga. Bagi Anda yang pernah atau sedang tinggal bersama mertua, kakak, ipar, atau sau saudara lain, pasti kalian pernah merasa kesal dengan mereka. Kalian menganggap kalau mereka terkadang menyebalkan. Namun ketika kalian jauh dari mereka, kalian akan rindu dan merasa kalau kehadiran mereka sangat berarti.


Begitulah guna jarak. Karena bagi manusia, memiliki semua hal dan berada di dekat semua hal tidaklah lantas membuat kebahagiaannya bertambah. Harus ada jarak supaya manusia mensyukuri setiap keberadaan dan tidak menganggap beberapa hal atau orang sebagai pengganggu.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe