Buku Bekas Tercinta, Buku Penyebar Manfaat

11:38


Ada sebuah peribahasa Latin kuno yang berbunyi “verba volent scripta manent”. Artinya begini: lisan sementara, tetapi tulisan itu abadi. Meskipun seseorang sudah tiada, tetapi kalau dia menulis, di mana pun itu, tulisannya akan tetap hidup.

Itulah sebabnya saya mencintai buku. Saat membaca buku, saya tidak hanya bisa “bertemu" dengan orang-orang yang masih hidup, berkelana ke tempat-tempat yang masih ada, tetapi juga mengenal mereka yang sudah tiada. Bepergian dari satu tempat ke tempat lain yang kini tinggal cerita. Bukan cuma apa yang terkandung dalam buku, bahkan buku pun dapat menjadi sebuah benda yang abadi. Tahu Codex Leicester? Buku yang merupakan manuskrip dari pemikiran Leonardo da Vinci ini adalah buku lama, sudah ada sejak abad ke-18, tetapi hingga kini buku itu masih ada, bahkan dilelang dengan harga US$ 30 juta! Coba bayangkan, itu buku lho!

Jadi, buku juga tak akan lekang dimakan waktu. Buku bekas bukan berarti tak berharga . Selama isinya masih bisa dibaca, buku akan selalu bermanfaat,sebagai perekam kenangan dan juga penyebar ilmu. Untuk itu, saya suka sekali berbelanja buku second. Karena meskipun bekas, manfaatnya tidak berkurang. 

Buku bermanfaat, jadi orang bermanfaat

Saya yakin, yang namanya jadi orang bermanfaat tidak perlu harus jadi orang sukses, atau filantropis super kaya bak Iron Man yang bisa memberikan segepok uang bagi semua orang. Setiap orang bisa jadi bermanfaat dengan caranya sendiri. 

Budaya membaca itu bagus sekali, budaya mengoleksi buku apalagi. Namun bagi kolektor buku, ayo ngaku, pasti ada beberapa buku kalian yang sudah kalian hafalkan di luar kepala, atau buku-buku yang bukan your cup of tea, tetapi terlanjur kalian beli. Lalu, apakah baik bila buku-buku itu hanya dibiarkan saja berdebu di gudang atau rak buku, terlupakan, dan manfaatnya terhenti begitu saja?
giphy.com
Cara paling bijak memperlakukan buku-buku itu ya dengan memberikan atau menjualnya ke orang lain. Untuk pilihan terakhir, sebetulnya keuntungannya ada dua: kalian bisa meneruskan manfaat dari buku-buku itu, sekaligus mendapatkan uang jajan tambahan. Tidak salah kok, bukankah jual beli itu sebuah metode yang positif untuk bertahan hidup dan membangun relasi antarmanusia?

Selain itu, dengan memanfaatkan lagi buku-buku yang kalian miliki, dan juga dengan membeli buku bekas kalian juga bisa menyelamatkan hutan yang notabene merupakan paru-paru dunia. Karena dilansir dari DW,setiap tahunnya luas hutan global berkurang 160 ribu km persegi lho! Salah satu yang mengurangi luas hutan ya penebangan pohon untuk pemanfaatan sampah kertas. 

Jual-beli second, di mana ya?





Namun sayangnya masih banyak orang bingung, harus menjual barang bekas, dalam hal ini buku bekas, di mana? Masa iya, harus punya lapak di dekat kampus-kampus? Tidak juga kok. Sekarang 'kan, jaman makin maju, dan untuk berjual beli tak harus bertemu langsung atau punya tempat berupa kios. Untuk membeli atau berjualan barang bekas, aplikasi Prelo bisa sangat membantu kita. Saya merasakan sendiri kok manfaatnya!

techno.id








Sebagai blogger,saya jelas butuh banyak buku sebagai referensi. Namun sayangnya tidak semua buku ada di toko buku. Banyak buku bagus yang sudah tidak diterbitkan lagi. Karena ada Prelo, buku preloved pun bisa dengan midah didapatkan. Novel? Ada. Buku-buku filsafat? Banyak juga. Salah satu buku idaman yang pernah saya dapatkan di Prelo adalah buku berjudul Tan Malaka dan Sjahrir. Dalam Kemelut Sejarah karya Kholid O. Santosa, dkk. Kondisi buku pun sesuai dengan keinginan saya, dan saat membeli buku itu, saya tidak was-was karena uang penjualan baru akan diteruskan ke penjual setelah pembeli mengonfirmasi penerimaan barang.

dok. pribadi




Apakah lantas saya puas hanya dengan membeli satu buku? Tidak sih. Sebetulnya masih banyaaak buku bertema filsafat dan sejarah yang ingin saya beli. Salah satunya buku berjudul Madame de Syuga. Buat yang sering baca cerita-cerita sejarah Indonesia, pastilah tahu kalau nama itu identik dengan salah satu istri Presiden pertama Indonesia, Soekarno, Dewi Soekarno alias Nemoto Naoko. Nah, Madame de Syuga adalah sebuah buku berisi koleksi foto pribadi beliau...dan tentunya langka serta sangat mahal! Saya mau beli sih, tetapi kalau sekarang, sepertinya belum memiliki cukup uang. Hehehe. Jadi untuk sementara, masuk saja dulu ke Lovelist buku second. Toh nanti, kalau harganya diturunkan oleh pembelinya, akan ada notifikasinya. Sekarang sih, saya menabung dulu saja.

PRELO

Lovelist saya di Prelo


Nantinya pun, untuk keperluan lain, semisal menulis artikel atau bahan belajar anak di luar sekolah, saya juga berniat untuk membelinya di sana.  Lihat saja Lovelist saya di Prelo, bukunya bagus-bagus dan berkualitas kan?

Yah, meskipun saya tidak bisa turun tangan langsung menjaga keberlangsungan hutan-hutan dunia, setidaknya saya bisa berkontribusi dengan memanfaatkan buku-buku bekas yang masih layak baca. 


Saya juga merasa bahagia karena buku-buku itu kehadirannya tidak jadi percuma: bisa memberikan lebih dan lebih banyak lagi manfaat buat orang-orang. Nah, kata "bekas" ternyata tidak selalu berkonotasi buruk, kan? 

Foto Utama: pexels.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe