Rumor Tantangan Kematian ala Paus Biru

14.57



Apa yang paling diinginkan manusia? Sebetulnya bukanlah makanan. Bukanlah perhiasan. Atau apa pun kebutuhan di dunia ini. Semua itu, yang dianggap diperlukan manusia, hanyalah media untuk bertahan dalam kehidupan yang berkualitas. Pada dasarnya, yang manusia inginkan hanyalah bertahan hidup.

Tetapi, itu adalah manusia dalam kondisi normal. Dalam kondisi tertentu, manusia merindukan kematian. Kondisi ini dipicu oleh kemuakkan terhadap hidup, atau ketidakmampuan manusia untuk mengatasi masalah dalam hidupnya. Kematian dianggap menjadi jalan utama untuk pergi dari segala masalah hidup dan menjelang harapan yang mungkin ada usai kematian. 

Salah satu cara untuk menjelang kematian adalah melalui bunuh diri. Bila memang segala penyakit dan pembunuh tak bisa menghilangkan nyawa kita, maka, tak masalah menghilangkan nyawa sendiri. Harga nyawa mahal. Harga penghilangnya murah sekali. Tinggal membeli bahan-bahan kimia di minimarket terdekat, atau membeli pisau, atau lompat dari gedung tinggi. Begitulah cara orang melepaskan nyawanya sendiri. 

Topik bunuh diri pun selalu menjadi perbincangan hangat. Bunuh diri dianggap sebagai masalah sosial, tetapi juga, bagi manusia lain yang menganggap dirinya lebih "waras" dengan kehidupan lebih baik, cerita bunuh diri dianggap sebagai penghibur. "Masih untung aku dibekali otak yang waras, pikiran yang jernih...", begitu pikir mereka. Ini tak ubahnya saat kita melihat aib orang dibeberkan di infotainment. Kita mencerca, kita mengelus dada, tapi dalam hati, sebetulnya kita senang.

Dan belum lama ini, heboh beredar kabar tentang Blue Whale Challenge yang kabarnya bermula dari milis-milis Internet rusia. Diduga 130 remaha telah bunuh diri karena mengikuti tantangan ini. Pasalnya, tantangan ini mengharuskan para pengikutnya untuk bunuh diri di akhir supaya menang. Kalau mereka memilih untuk kalah? Mereka akan dibantu untuk bunuh diri, begitu pesan dari kurator. Kondisi ini pun membuat para remaja paranoid dan bunuh diri. Sebuah hal yang menurut manusia dengan pikiran jernih sangat konyol. Mereka bisa lapor pihak berwajib, mengapa tak dilakukan? Lagipula kabarnya sudah dari awal tantangan ini tidak normal. Ada tantangan untuk menggambar paus biru dengan silet, misalnya. Berarti yang meneruskan tantangan hingga akhir, bukanlah orang dengan pikiran jernih.

Meski begitu, ada kabar terbaru bahwa tantangan ini hanyalah HOAX atau kebohongan belaka. Tidak ada yang bunuh diri karena tantangan ini. Hal ini dikatakan oleh  lembaga keamanan internet Bulgaria Arcfund. Terkait banyaknya unggahan gambar paus biru dengan silet, itu adalah ulah oknum yang memang menyukai aktivitas penyiksaan terhadap diri sendiri atau self-injured, dan bukannya berasal dari mereka yang ikut Blue Whale Challenge.

Padahal, berita ini viral di berbagai media. Tak hanya media abal-abal, media berskala besar seperti CNN dan Kompas pun juga memberitakannya. Mengingatkan para orangtua dan remaja untuk berhati-hati. Menjadi sebentuk artikel yang seksi, yang mengundang banyak pembaca. Para figur publik pun saling berkomentar. Merasa miris dan sedih.

Hal-hal terkait kematian memang selalu seksi dibahas. Padahal tak semua orang peduli. Mereka peduli karena ini adalah topik yang unik, menarik, seperti melihat kasus dalam seri kriminal semacam CSI atau Castle. Mereka juga peduli karena hal ini membuat mereka merasa bahwa mereka lebih baik. 


Maka, tak mengherankan kalau pembuat isu HOAX bermuatan aneh semakin gencar saja. Toh masyarakat kita suka, kok. Toh, ini seperti melihat film di dunia nyata. Pertanyaannya, sampai kapan kita hanya menjadi pasif saat disuapi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya semacam ini?

Foto: pixabay.com 

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe