Akun Instagram Gosip yang Seperti Bunglon

20.56


Bergosip adalah sebuah aktivitas yang dipandang negatif. Pasalnya, gosip dianggap dapat merusak nama baik seseorang dan juga hubungan antara satu orang dengan orang lain. Meski begitu, tak dapat kita pungkiri bahwa bergosip adalah aktivitas yang menyenangkan. Sadar atau pun tidak, kita cenderung suka saat mengetahui bahwa manusia tidak sempurna, dan bahwa sesosok manusia selalu menyimpan sejuta cerita, terutama cerita negatif yang disimpannya baik-baik dari masyarakat.

Gosip membuat orang yang terlihat keren dan hebat lebih manusiawi. Gosip, membuat para selebriti yang seolah tanpa celah, terlalu indah jadi manusia, menjadi sosok penuh muslihat. Melegakan mengingat banyak orang yang minder terhadap selebriti dan berharap mereka bisa menjadi sosok superstar. Begitulah gosip. Entah bisa disamakan dengan apa. Mungkin dengan makanan-makanan tinggi kolestrol yang lezat disantap, tapi bila terlalu berlebihan, akan merusak tubuh (tapi tetap saja lezatnya tidak bisa dipungkiri bukan?)

Untuk itu, tidak heran kalau akun Instagram gosip punya pengikut yang sangat banyak. Belum lagi, mereka mengunggah beberapa bukti yang sukses menaikkan derajat gosip yang mereka bawakan menjadi fakta. Berbagai fakta dalam seperempat hari. Kalikan saja, berapa fakta tentang selebriti yang mereka hasilkan setiap harinya. Lebih banyak ketimbang berita yang disajikan infotainment di televisi dan juga di media entertainment. Dan tentunya, lebih "panas" mengingat Instagram-Instagram gosip anonim ini tak takut akan tuntutan pencemaran nama baik.

Di samping banyaknya spekulasi tentang siapa dan apa profesi admin dari akun-akun ini, tentunya sang admin ini punya kesenangan akan aktivitas membicarakan orang lain. Dia akan senang saat orang-orang terkejut dengan berbagai keburukan yang ditutupi oleh para selebriti. Namun, bukan hanya ini saja keuntungan yang mereka dapatkan. Mereka juga mendapatkan keuntungan berupa upah hasil endorse, atau mengiklankan produk-produk online shop di akun mereka. Misalnya saja, satu online shop membayar seratus ribu saja. Kalikan tiga puluh hari. Berapa total rupiah yang mereka dapatkan? (Tentu saja, online-shops ini tidak mungkin hanya membayar sebesar seratus ribu rupiah).

Bisnis yang menyenangkan bukan? Maka dari itu, mereka mati-matian menjaga eksistensi mereka. Satu akun dilaporkan dan dihanguskan Instagram, besoknya langsung akun tersebut lahir kembali dengan nama yang sama, hanya berbeda satu dua karakter saja. Pengikut yang juga akan sama banyaknya. Namun, untuk bisa tetap melanggengkan eksistensi mereka, mereka harus punya strategi lain. Pasalnya, tidak setiap hari skandal selebriti bisa ditangkap diam-diam oleh mereka bukan? 

Salah satu strategi yang mereka gunakan adalah menjadi akun yang juga membagikan berita penipuan, orang hilang, dan juga berita yang menghebohkan seperti gangster Pasar Minggu misalnya. Ketiga hal ini membuat masyarakat menganggap bahwa akun-akun ini sangat berguna, tidak sekadar menjadi akun "ghibah" semata. Bahkan dengan menggunakan hal-hal ini, mereka pun bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya mereka yang menikmati gosip, tapi masyarakat yang ingin berhati-hati dalam hidup mereka. 

Dengan jangkauan yang makin luas, makin bertambah pula pengikut mereka, dan makin banyak pula iklan yang mampir. Hal tersebut jelas berpengaruh pada pendapatan. 

Untuk itu, jangan pernah merasa bingung saat melihat akun gosip yang kalian ikuti, tiba-tiba berubah menjadi semacam portal pendeteksi penipuan, atau semacam wadah yang cenderung memberikan manfaat bagi sesama. Namun tetap, sajian utamanya, yang lezat, yang bumbunya paling menggoda, tetap gosip dan skandal para selebriti...

Foto: Pixabay.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe