Betapa Pentingnya Batas Bagi Manusia

22.38


Betapa Pentingnya Batas Bagi Manusia

Beberapa waktu lalu, saya membaca (kembali) sebuah cerita tentang pameran Marina Abramovic di tahun 1974 yang berjudul Rhythm 0. Dalam pameran tersebut, Abramovic menjadikan dirinya sebagai objek tak bergerak, dan tamu-tamu pameran bisa melakukan apa pun terhadap dirinya. Mulai dari mengambil barang di dekatnya, mengenakan ornamen-ornamen aneh pada dirinya, mengarahkan pistol, hingga membuka bajunya. 

Pameran ini memang sekilas terlihat aneh dan creepy (dan memang begitulah citra yang melekat pada diri perempuan ini). Pro-kontra pun hingga kini masih bergulir dalam setiap karya seniman yang dijuluki sebagai "grand-mother of performance-art), karena banyak yang menganggap karya-karya wanita Yugoslavia ini sebagai karya yang aneh dan sekadar sarana untuk mencari perhatian.

Meski begitu, dalam Rhythm 0, ada satu hal yang semakin kita yakini terkait manusia : tanpa kontrol, manusia akan bisa melakukan apa saja. Termasuk bila itu merugikan orang lain dan mengobjektifikasi orang di sekitar mereka. 

Banyak orang yang sering menganggap hukum, agama, dan norma sosial sebagai kekangan. Ketiganya dianggap merepresi manusia dan membatasi pemikiran manusia. Namun disadari atau pun tidak, empati tak cukup untuk membuat manusia tidak menciptakan chaos di dunia ini. Tanpa adanya hukum, mungkin mudah bagi kita untuk membunuh orang yang kita benci. Yang membatasi kita dari perilaku itu adalah hukuman penjara minimal 15 tahun hingga hukuman mati. Tanpa agama, kita pun dapat melakukan banyak hal yang destruktif, baik bagi diri sendiri mau pun orang lain, termasuk tindakan-tindakan kriminal yang dilarang oleh hukum. Dan tanpa norma sosial, akan mudah bagi kita untuk mempermalukan diri sendiri dan menyakiti hati orang lain. 

Via Ekslusif
Bahkan saat ketiganya telah ada pun, tetap banyak orang yang melakukan pelanggaran dan tidak mempedulikan larangan yang ada. Contoh nyatanya? Kejahatan masih banyak terjadi, seperti yang belum lama terjadi di SMA Taruna Nusantara, juga kejahatan-kejahatan lain. Kenekatan manusia memang bisa tak punya batas. Tapi setidaknya, kita bisa meminimalisir kekacauan tersebut. Masih banyak orang yang mengurungkan niat untuk sekadar memukuli orang yang mereka benci karena takut tersangkut masalah hukum. Masih banyak orang yang berperilaku sopan kepada orang tak dikenal atas nama norma sosial. Saya pun membayangkan andaikata ada satu hari saja, yang membebaskan manusia dari jeratan hukum, norma sosial, dan dosa, mungkin hari itu cukup untuk menghancurkan segala tatanan di dunia: mungkin separuh pemimpin negara mati, gedung-gedung hancur, begitu pun relasi antarmanusia. Sehari saja. 

Meski memang ada banyak aturan yang mengekang dan menyebalkan, tetapi mau tidak mau, kita butuh aturan. Ibaratnya, aturan adalah sebuah tali dalam aktivitas bungee jumping yang tetap menahan kita agar tidak jatuh. Tetapi, tali itu memang mesti fleksibel, tidak terlampau kuat mengekang agar kita masih bisa merasakan desau angin tanpa rasa sakit, dan masih bisa berteriak dan tertawa tanpa merasa ngilu. 


Mau tidak mau, semua yang hidup di dunia ini membutuhkan batas.


Gambar Utama: www.serbia.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe