Lolita dan Kesembuhan Humbert Humbert?

18.00


Membicarakan pedofil, bagi mereka yang sangat menyukai sastra, mungkin akan teringat pada sebuah karya terbaik dari Vladimir Nabokov : Lolita. Lolita bercerita tentang seorang lelaki bernama Humbert Humberat yang tak bisa melepaskan diri dari kesukaan kepada Nymphet -sebutan bagi anask-anak kecil-beranjak-remaja, dengan kaki-kaki ramping nan cantik menapaki pasir pantai nanl putih keabu-abuan. Bayangan Nymphet ini mengingatkan Humbert-Humbert kepada "mantan kekasihnya" di masa kanak, Annabel, yang sering bermain dengannya di tepian pantai.


Nymphet yang membuatnya begitu terobsesi dan jatuh hati adalah Dolores Haze, atau yang biasa disebut Humbert dengan nama Lolita. Paragraf- paragraf pembuka dalam buku ini pun berisi kalimat-kalimat yang menggambarkan obsesi Humbert Humbert pada Lolita.



Lolita sendiri sebetulnya adalah anak tiri dari istri Humbert Humbert, induk semang tempat Humbert tinggal. Sebetulnya, istri Humbert pada akhirnya mengetahui tentang tujuan suaminya menikahi dirinya, dan bermaksud untuk mengambil Dolores dari sekolah untuk menghindari Humbert. Namun nasib naas menimpanya, karena di tengah jalan ia kecelakaan, dan pada akhirnya Lolita pun dijemput oleh Humbert Humbert. Humbert sangat menyukuri kecelakaan ini, seolah seperti berkah yang mendekatkan dirinya pada Lolita.


Lolita pun berpindah dari satu tempat ke tempat lain bersama Humbert, tidur di berbagai kamar motel, bermain, dan melakukan aktivitas seksual. Seolah aktivitas-aktivitas ini semacam dilakukan tanpa paksaan. Tetapi, kita tentunya tahu bahwa Lolita masih berusia di bawah umur, dan tak punya perlindungan lain selain Humbert. Kemauannya menuruti Humbert bisa jadi adalah cara baginya untuk tetap mendapatkan perlindungan. Toh, pada suatu hari, Lolita pun pergi dari hidup Humbert Humbert, membuat Humbert jadi patah hati dan setengah gila, mencari Lolita ke mana-mana.


Mereka bertemu kembali karena Lolita mengirimkannya surat. Pada saat itu, Lolita sudah menikah dan membutuhkan banyak uang. Dia pun berharap Humbert bisa memberikannya uang untuk membantunya. Lolita yang berada di depan Humbert saat itu bukanlah Nymphet atau anak-anak kecil beranjak remaja yang bak peri asmara. Lolita adalah seorang gadis dewasa. Tetapi entah mengapa Humbert masih merasa cinta dan menawarkan Lolita untuk ikut dengannya : sebuah hal yang ditolak oleh Lolita dan membuat Humbert kembali patah hati.


Dalam adegan ini, kita pun kemudian bertanya-tanya, apakah betul Humbert adalah seorang pedofil? Kalau dia memang masih seorang pedofil, semestinya dia tak lagi mencintai Lolita karena dia adalah gadis dewasa.


Dari sini, kita bisa lihat bahwa pedofilia tak selamanya bersifat kaku. Dan tak semua pengidap pedofil memiliki kelainan pada otaknya. Pedofilia juga bisa disebabkan oleh pengalaman masa lalu, dalam hal ini kenangan Humbert akan mantan kekasihnya. Pedofilia sifatnya juga mengalir, tidak selamanya pedofil akan menjadi pedofil. Ada titik yang kemudian bisa mengubahnya atau setidaknya mengurangi hasrat yang destruktif dan tak wajar itu. Entah dengan pengobatan, atau dengan proses patah-hati seperti yang dialami Humbert.


Barangkali, Humbert masih bisa tergetar hatinya bila melihat sosok Nymphet yang lain. Namun, usai ditinggal Lolita, jiwanya sudah terlalu rapuh. Dia menjadi terobsesi dengan Lolita. Seluruh hidupnya hanya untuk Lolita, dan ini kemudian terlepas dari fisik Lolita : tak peduli dia masih menjadi sosok peri asmara atau wanita dewasa. Lagipula, sudah dari kanak Humbert terprogram untuk menjadi lelaki sentimental : agak berbeda dengan profil pedofil pada umumnya, terutama pada grup Facebook temuan polisi bertajuk Official Loly Candy's 18+, yang jauh dari perasaan sentimental dan murni menjadikan anak-anak di bawah umur sebagai objek seksual semata, bukan bentuk cinta yang obsesif.


Tapi apakah Humbert salah? Bisa jadi. Alih-alih mencari pertolongan karena tahu bahwa sikapnya "salah", dia memilih untuk terjebak dalam bayangan Nymphet. Pada akhirnya toh, hanya duka yang dia dapatkan. Dia mati sendiri tanpa Lolita-nya, mati dalam kesedihan hidup yang membuncah.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe