What Philosophers Will Say: January 2017

22.32



Apa yang akan dikatakan oleh para filsuf terkait kejadian-kejadian pada bulan pembuka tahun 2017? 

1. Pilkada DKi dan intrik dalam politik

Pertarungan Pilkada DKI

Pilkada DKI Jakarta kali ini mungkin menjadi pemilihan kepala daerah terpanas yang pernah ada. Pasalnya, berbagai konflik hadir, dan yang paling besar adalah konflik keagamaan yang menyeret banyak pihak. Dimulai dari kasus penodaan agama yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama, yang melibatkan banyak pihak mulai dari FPI dan kini NU serta mantan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, yang ikut-ikutan disebut dalam permasalahan saksi kasus tersebut. Tak hanya itu, calon gubernur dan wakil gubernur dari nomor urut lain pun juga tiba-tiba terkena kasus. 

Calon wakil gubernur nomor urut satu, Sylviana Murni, kemarin sempat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi atas dugaan kasus makar yang menimpa sang suami. Sementara itu, Anies Baswedan dilaporkan ke KPK oleh Komite Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi atas dugaan suap saat dirinya tengah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Semua laporan seolah dibuat-buat dan baru digulirkan menjelang Pilkada, semacam serangan-serangan yang digunakan pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan semua pasangan calon.

Masyarakat pun seolah menjadi pemandu sorak atas masalah-masalah ini. Ada yang mendukung pasangan calon tertentu dengan fanatik. Ada pula yang tak henti-henti menebar berita kebencian. Suasana jelang pilkada pun terasa makin menyebalkan dengan adanya orang-orang fanatik, meme-meme fanatik, penuh sindiran, dan juga menyinggung SARA. 

Democracy cannot succeed unless those who express their choice are prepared to choose wisely. The real safeguard of democracy, therefore, is education. - Franklin D. Roosevelt

2. (Masih) kontroversi Donald Trump

Kontroversi Donald Trump
Sementara itu, di luar Indonesia, kondisi juga tak kalah menyebalkan. Usai terpilihnya Donald Trump sebagai presiden, banyak hal kontroversial yang dia lakukan. Mulai dari mengangkat menantunya sebagai penasehat di Gedung Putih, menginginkan pembangunan tembok antara Amerika Serikat dan Meksiko disertai pemaksaan bagi Meksiko untuk turut membayar pembangunan tembok tersebut. Hal ini jelas merenggangkan hubungan antara Trump dan Enrique Pena Nieto, Presiden Meksiko. Apalagi, keinginan ini didasarkan pada banyaknya imigran Meksiko, yang menurut Trump, sebagian merugikan.

Belum selesai sampai di situ, Trump kembali membuat kehebohan dengan larangan visa masuk bagi warga dari beberapa negara selama 90 hari:  Irak, Iran, Suriah, Libya, Yaman, Sudan, dan Somalia. Larangan ini juga mencakup larangan masuk 120 hari bagi pengungsi. Entah bagaimana kelanjutannya, yang jelas, hal ini menambah kebencian sebagian besar masyarakat dunia kepada Donald Trump, yang kurang “membuka diri” terhadap imigran. Padahal, warga Anglo-Saxon Amerika Serikat sendiri merupakan imigran, mengingat penduduk asli “Amerika” adalah suku Indian.
Protes pun bermunculan di berbagai tempat. Tak hanya di Amerika Serikat, sebagian warga Inggris pun memprotes hal tersebut. Bahkan, Menteri Luar Negeri Prancis pun menganggap bahwa kebijakan ini tidaklah bijak sama sekali


The measure of a man is what he does with power - Plato

3. Bullying/Perundungan

Kekerasan Pendidikan
Cerita tentang bullying alias perundungan tak akan pernah ada habisnya. Selama masih ada orang-orang yang haus kekuasaan dan memandang kekuasaan dengan cara yang sempit, maka perundungan akan selalu hidup. Perundungan tak hanya terjadi di ruang dengan masyarakat berintelektualitas rendah. Perundungan bahkan banyak hadir di instansi pendidikan. Setelah kabar meninggalnya seorang  taruna STIP, Amirullah Aditya Putra, karena pemukulan yang dilakukan oleh senior-seniornya, tiga mahasiswa pecinta alam UII,Syaits Assam, Ilham Nurpadmy Listia Adi dan Muhammad Fadhli, meninggal dunia karena kekerasan yang dilakukan oleh para senior mereka saat proses inisiasi UKM tersebut.


Perundungan jelas berbeda dengan pelatihan. Perundungan tidak menggunakan standar yang aman dan dilakukan hanya untuk menunjukkan bahwa pihak tertentu lebih berkuasa daripada pihak-pihak lain. Para senior yang melakukan perundungan jelas harus diberi peringatan bahkan pelajaran, supaya mereka jera melakukan hal yang tak bermanfaat semacam itu. Lagipula, perundungan hanya menunjukkan betapa lemahnya kita dan betapa tak ada hal lain yang bisa kita banggakan selain kekerasan.

Intolerance is itself a form of violence and an obstacle to the growth of a true democratic spirit. -Mahatma Gandhi


Foto utama: popsugar.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe