What Philosophers Will Say: December 2016

12:38



Apa yang akan dikatakan oleh para filsuf terkait kejadian-kejadian pada bulan penghujung tahun 2016?

1. Dari Berlin ke Bendungan Jatiluhur, Kemudian Pulomas hingga ke Turki

Menjelang penutiupan tahun ini, ada beberapa kasus kejahatan besar yang mengancam nyawa manusia tak berdosa secara kolektif. Yang pertama adalah penyerangan di pasar Natal Breitscheidplatz, Berlin, pada tanggal 19 Desember. Seorang imigran asal Pakistan atau Afghanistan lah yang bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan dengan truk tersebut. Penyerangan dilakukan dengan cara menabrakkan truk ke berbagai gerai di pasar Natal.

Sementara itu di Indonesia, pada Hari Natal polisi berhasil meringkus para teroris yang akan meledakkan bendungan Jatiluhur. Penangkapan ini merupakan sesuatu yang besar, karena bila teroris-teroris tersebut berhasil meledakkan Bendungan Jatiluhur, maka korban akan banyak berjatuhan, dan daerah-daerah yang bergantung pada Bendungan Jatiluhur pun akan dilanda kekeringan. Calon-calon "pengantin" ini diduga masih masuk dalam jaringan Bahrun Naim yang berafiliasi dengan ISIS.

Sayangnya, sebuah musibah kembali terjadi di Indonesia, kali ini di Jakarta. Empat orang perampok merampas uang serta barang berharga dalam ukuran kecil di sebuah rumah mewah yang terletak di Pulomas, Jakarta Timur. Tidak hanya memaksa masuk dan mengambil barang, para perampok juga menyandera 11 penghuni di dalam kamar mandi berukuran sempit. 5 orang selamat, sayangnya 6 orang tewas termasuk pemilik rumah, Dodi Triono. Polisi pun secara bertahap telah menangkap empat pelaku, dengan satu pelaku bernama Ramlan Butar-Butar yang tewas karena mencoba melawan.

Tak hanya di Indonesia dan Jerman, Turki pun mengalami serangan masif, kali ini pada tahun baru. Seorang pria berbusana Santa Claus melakukan tembakkan bertubi-tubi pada sebuah klub yang ada di Istanbul, dan menyebabkan 39 orang tewas.

Dari sini, kita tak bisa memungkiri bahwa penutupan tahun 2016 diisi dengan berbagai penyerangan yang kejam dan tak pandang bulu.
Justice happens when there is harmonic relation between every social organisms - Plato


2. Gubernur Basuki, Uang Baru, dan Identitas

Tidak hanya penyerangan, di Indonesia pun akhir tahun diwarnai dengan berbagai isu tentang agama dan ras. Yang pertama, tentunya kasus pelecehan agama yang dituduhkan pada Ahok. Hingga kini, kasusnya belum selesai dan keberatan Ahok ditolak oleh pengadilan. Belum selesai kasus ini, timbul pula kisruh uang baru. Beberapa oknum yang tak bertanggung jawab menyebarkan isu SARA dan mengkritik banyaknya pahlawan non-Islam pada desain uang baru, termasuk seorang netizen bernama Dwi Estiningsih. Kedua kasus ini pun menjadi pelatuk bagi banyaknya tulisan bernuansa SARA di media sosial, yang sama sekali tak tolerir dan terlihat ingin memecah belah persatuan bangsa yang didasarkan keberagaman.

Most people are other people. Their thoughts are someone else's opinions, their lives a mimicry, their passions a quotation - Oscar Wilde


3. Aleppo

Aleppo akhirnya berhasil dikuasai oleh pemerintah. Hal tersebut terjadi setelah kota yang memiliki berbagai situs budaya itu luluh lantak akibat perang berkepanjangan. Fasilitas-fasilitas pun lumpuh dan ribuan nyawa tak bersalah melayang.

Banyak pihak yang menuding pemerintah, yang notabene bekerja sama dengan Rusia, begitu otoriter. Tetapi tak sedikit pula yang menyalahkan keterlibatan Amerika Serikat dalam perang ini. Seperti yang kita tahu, perang di Suriah tak hanya tentang pemerintah dan pemberontak. Banyak negara yang memiliki kepentingan di sana dan membentuk kubu-kubu. Tentu saja, yang kembali menjadi korban dari permasalahan politik ini adalah rakyat yang tak bersalah.

It is forbidden to kill; therefore all murderers are punished unless they kill in large numbers and to the sound of trumpets - Voltaire

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe