Makanan Tiongkok yang Punya Makna

19:31


Makanan bukan sekadar pemuas rasa lapar. Makanan juga bukan sekadar seni yang digunakan untuk menjadi pajangan di meja makan dan menjamu tamu dengan layak. Setidaknya, itu yang saya tangkap dari beberapa tayangan tentang masakan khas Tionghoa di Asian Food Channel atau AFC. Setiap makanan menyimpan makna. Setiap makanan pun menyimpan sejarah, yang diturunkan dari kakek moyang hingga saat ini. 

Menelisik makanan khas negeri tirai bambu, kita seperti mendengarkan cerita dongeng yang menarik. Contohlah cakwe, panganan asal Hang Zou dan  menjadi salah satu cemilan kesukaan di Indonesia. Alkisah, di masa lalu ada seorang jenderal yang tangguh bernama Yue Fei. Jenderal ini tak hanya jago silat, tetapi juga dicintai rakyat karena kebaikan hatinya, dan diandalkan oleh kerajaan. Sampai suatu saat, ada dua suami istri pejabat yang merasa iri dengan Yue Fei dan menebarkan fitnah tentang Yue Fei kepada kaisar. Yue Fei pun akhirnya dihukum mati. Rakyat yang tahu bahwa Yue Fei tak bersalah merasa geram, tetapi tak bisa berkata apa-apa.

Kemudian, ada seorang penjual kue yang menumpahkan kebenciannya pada dua pejabat ini dengan membuat kue. Kue ini dibuat dengan menggabungkan dua adonan menjadi satu. Melambangkan sepasang suami istri tersebut. Kwe sendiir adalah sebutan bagi dua suami istri itu. Sedangkan Cha, memiliki arti bunuh. Cha Kwe, artinya bunuh kwe. Barangkali maksudnya dengan menggorengnya hingga matang. Seperti itulah asal muasal panganan gurih, yang di Indonesia disebut Cakwe ini.

Tak hanya itu saja, berbagai panganan yang dihidangkan saat imlek pun memiliki makna masing-masing. Seperti kue keranjang yang lengket, memiliki makna bahwa sesama kerabat dan keluarga haruslah memiliki hubungan yang lekat dan akrab. Begitu pula dengan siu mie. Mie panjang ini melambangkan kepanjangan umur, dan juga kesejahteraan.

Ada pula jeruk mandarin dengan daun hijau serta warna kuning keemasan. Jeruk ini melambangkan kemakmuran, karena warnanya yang cantik dan rasanya yang segar. Banyak makanan khas Tiongkok yang memang memiliki cerita dan makna. Makanan seperti diperlakukan tak sekadar sebagai objek semata. Tetapi juga sebagai sesuatu yang sakral dan punya arti. Keindahan inilah yang membuat makanan-makanan Tiongkok menjadi sangat menarik.

Dengan mencatatkan banyak cerita dalam tiap makanan, maka, dalam proses makan pun, kita akan lebih menghargai apa yang kita makan. Kita akan lebih menikmati makanan karena makanan itu bukanlah sekadar makanan, tetapi sesuatu yang berharga. Seperti bila kita menghargai hadiah dari orang yang berarti bagi kita, karena barang itu bukan hanya barang, tetapi sesuatu yang menyimpan kenangan dan bercerita.

Dan bila kita lebih menghargai makanan, bisa jadi kita tidak akan merasa tega saat membuang-buang makanan. Tidak akan ada makanan yang basi hanya karena kita lupa bahwa kita pernah membeli makanan, atau makanan yang tidak habis karena kita merasa kekenyangan. Tak akan ada kalimat "buang ajalah, toh kalau mau makan lagi, sudah sebah.."

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe