Dunia Joan Cornella yang Membuat Gelisah

18:26



Komik identik dengan karya yang menyenangkan, lucu, dan bernuansa kanak-kanak. Dengan dominasi gambar, komik memberikan pemahaman yang lebih mudah bagi anak-anak, dan tentunya lebih menarik dibaca. Tetapi tidak semua komik pantas dibaca oleh anak-anak. Ada komik-komik tertentu yang dikhususkan bagi orang dewasa.

Salah satunya adalah komik besutan Joan Cornella. Sekilas gambaran-gambaran tokoh di dalamnya terlihat lucu dan cerah. Tetapi bila kita melihat lebih dalam lagi, akan kita temukan gambar-gambar dengan nuansa yang membuat gelisah. Cerita tanpa kata-kata, dengan akhir yang terkadang menjijikkan atau membuat kita merasa bahwa hidup ini tak ada gunanya. Salah satunya seperti potongan panel di bawah ini:


Potongan panel di atas bukanlah panel yang paling menyebalkan. Ada panel-panel lain yang lebih menjijikkan dan tak ingin kita harapkan hadir di dunia kita. Namun mau tidak mau, komik-komik ini dibuat untuk membuat kita tertawa (entah tertawa lepas atau tertawa kecut). Selamat datang, pada akhirnya ke dunia black comedy, atau bahasa kerennya l'humour noir. Komedi hitam, adalah bentuk komedi yang membahas tentang subjek-subjek di tengah masyarakat, yang dianggap tabu atau terlalu serius.


Membaca Joan Cornella tak ubahnya membaca komik-komik Deep Dark Fears karya Fran Krause. Komik-komik itu menggambarkan ketakutan terbesar manusia dalam kehidupan sehari-hari yang menjijikkan dan membuat gelisah. Seperti misalnya, saat seseorang terjatuh, kemudian lidahnya tergigit dan putus, kemudian saat menelpon 911, pihak emergency tak memahami apa yang dia katakan karena dia tak mempunyai lidah. Juga sketsa-sketsa lain, yang menggunakan latar kehidupan sehari-hari, tetapi dengan cerita tentang kejadian-kejadian yang menakutkan manusia. 



Hidup Itu Membosankan

Bagi sebagian orang, hidup itu membosankan. Tidak ada alien yang datang menyerang, tidak ada Doraemon, juga tidak ada manusia super yang jahat seperti Loki misalnya. Saat kita ke supermarket, kita sudah bisa menebak apa yang akan terjadi. Begitu pula saat kita pergi ke sekolah atau pergi bekerja. Kebanyakan dari kita diliputi oleh absurditas. 

Sudah semestinya kita mensyukuri kehidupan yang tenang tanpa adanya gangguan. Namun, kebosanan melanda adalah hal yang wajar. Kala kebosanan ini melanda, menonton atau membaca fiksi kemudian menjadi pilihan. Untuk beberapa waktu, fiksi ini pun menjadi realita bagi mereka. Termasuk fiksi yang memuat cerita komedi bernuansa hitam.


Komik-komik besutan Joan Cornella menghadirkan tokoh yang memiliki wajah ramah, tetapi kalau kita lihat lagi, ada yang aneh dengan pandangan matanya. Tokoh inilah yang seringkali melakukan hal bodoh dan menjijikkan, atau mengalami kesialan dalam hidupnya. Misalnya, melamar perempuan yang ternyata lelaki, melakukan kebaikan yang berdampak kecacatan dan kematian pada manusia lain, serta melakukan swafoto (selfie) di depan pesawat yang akan jatuh tenggelam. Masih dengan wajah yang ramah.

Komik-komik ini tak sekadar menyampaikan kritik, tentang manusia yang tak peduli pada sekitarnya, atau mereka yang kecanduan hal tertentu, dan secara tidak sadar menjadi konsumen setia yang memberikan keuntungan pihak-pihak tertentu. Ada nilai moral yang disampaikan Joan Cornella, jelas. Tetapi, hanya untuk mereka yang sudah cukup dewasa dan bisa berpikir matang, serta tentunya, tidak mudah jijik.

Foto: @sirjoancornella dan wikipedia

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe