Urusi Saja Rumput di Halaman Rumahmu

09.11




Mungkin bukan peribahasa "rumput tetangga lebih hijau" yang pantas disematkan pada kondisi saat ini. "Jangan urusi rumput tetangga" sepertinya lebih cocok untuk digunakan. Pasalnya, makin lama, orang-orang semakin keterlaluan.

Pada beberapa aksi demonstrasi terhadap Ahok kemarin misalnya. Ada oknum-oknun dari agama selain Islam, salah satunya seorang musisi (tak perlu disebutkan namanya) yang sangat kritis dan sangat ofensif terhadap kasus ini, bahkan masuk ke dalam ranah agama dan juga berlagak sok tahu terkait organisasi-organisasi Islam. Padahal, memangnya tahu apa dia soal Islam? Memangnya tahu apa soal aqidah? . Dan bukan hanya dia saja. Ada beberapa oknum dengan agama selain Islam yang sudah lancang membanding-bandingkan Islam dengan agama mereka, masih terkait kasus demonstrasi terhadap gubernur petahana Jakarta tersebut.

Kemudian pada kasus pembubaran aktivitas kebaktiansekelompok jemaat Kristen di Sabuga, Bandung. Entah mengapa aktivitas ibadah tersebut harus dibubarkan oleh Ormas. Ya, ormas keagamaan dari agama lain, lagi-lagi. Entahlah mengapa ormas masa kini seolah merasa punya hak yang sama dengan polisi. Misalnya pun ibadah itu melampaui ijin yang ada, tetap saja ormas tidak punya hak untuk mengganggu ibadah sekelompok orang. Mereka beribadah, bukan melakukan hal negatif seperti clubbing atau pesta LSD, atau malah pesta swinger.

Belum lagi orang-orang yang sok tahu perihal kata "kafir", atau kata "dosa", padahal mungkin menafsirkan kitab sendiri, atau sekadar memahaminya saja mereka belum pernah. Oh, yakinkah kalau mereka benar-benar sudah melaksanakan kewajiban beragama mereka?


Antara Kamu, Tetanggamu, dan Pasangannya

Semestinya kita menganalogikannya begini. Misalnya, kamu punya tetangga yang merupakan suami istri. Suami atau istri tersebut punya kebiasaan buruk yang akut: berselingkuh dengan orang yang ditemui di Tinder. Tentu kebiasaan tersebut sangatlah menyebalkan bagi pasangan mereka, dan dapat mengganggu pernikahan.

Sebagai tetangga, yang dapat kamu lakukan adalah menasehati, dan memberi saran, itupun jika diijinkan oleh mereka. Ya mungkin kamu bisa bergosip tentang hal ini hanya di depan keluargamu, pasanganmu, atau sahabatmu. Masih wajar, meskipun sebaiknya tak dilakukan. Tetapi, kalau kamu marah-marah terhadap tetanggamu itu, menghardiknya karena tak bisa jadi pasangan yang baik, bahkan mengata-ngatainya dengan segala umpatan kasar, kamu sudah kelewat batas. Yang pantas melakukan hal itu adalah pasangannya. Bukan kamu. Kamu hanya tetangga.

Mungkin kamu merasa simpatik dengan pasangannya yang tersakiti. Namun kamu tetap saja orang luar. Outsider. Kamu hanya bisa memberikan saran atau menampung curhat. Kamu tidak berhak lapor ke polisi dengan tuduhan perzinaan, kecuali kalau lagi-lagi, pasangannya minta untuk ditemani melapor. Sebenci apapun kamu dengan tindak perselingkuhan itu, tetap saja, itu di luar kekuasaanmu. Kecuali, kalau tetanggamu berselingkuh di rumahmu, atau berselingkuh di teras, atau di depan umum dan mengganggu ketenangan publik.

Hal ini sama saja dengan agama. Urusilah agama kita sendiri, dan tak perlu mengganggu agama orang lain. Pasalnya, tak ada gunanya mengurusi agama orang lain. Toh, itu bukan agamamu. Kecuali kalau oknum agama yang bersangkutan sudah mengganggu kepentingan agamamu, baru kamu boleh marah atau ambil tindakan. Misalnya,ada oknum dari agama lain yang mengganggumu saat ibadah, atau secara sengaja ataupun tidak, berkata-kata buruk terkait kitabmu. Baru kamu boleh marah.

Sejatinya toh, agama mengajari kita kebaikan. Tetapi agama tetap saja bak pedang yang kokoh dan berkualitas tinggi. Bila yang memegangnya adalah seorang ksatria, maka bergunalah pedang itu. Tetapi bila yang menggunakannya adalah seorang pecundang dan penjahat, maka, menjadi mengerikanlah pedang itu. Jadilah pemegang pedang yang ksatria. Peganglah agamamu hanya untuk kebaikan, dan jangan gunakan untuk kejahatan, karena toh semua agama mengajarkan kebaikan.

Selain itu, baiknya urusi rumput rumahmu sendiri. Tak perlu terlalu pedulikan rumput tetangga, kecuali kalau kamu dimintai bantuan, atau kalau rumput itu sudah menjalar dan mengganggu halaman rumahmu.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe