(Terlihat) Kaya, Keren, Tapi Berhutang

09:09



Teman saya berhutang lagi. Bukan utang dalam jumlah besar karena dia kecelakaan, rumahnya kebakaran, atau dikejar-kejar debt collector. Seperti sebelum-sebelumnya, dia berhutang karena tidak punya uang untuk makan. Gajian masih lama, katanya.

Berat bagi saya untuk meminjamkan lagi kepadanya, mengingat utang-utang yang dulu belum juga dibayar. Sudah setahun. Kalau diibaratkan penantian dan Long Distance Relationship, itu bukan waktu yang sebentar. Tidak mengapa kalau dia berhutang karena kebutuhan mendesak, menyekolahkan adiknya misalnya, atau ibunya sakit. Tapi tidak. Keluarganya kelas menengah. Dia nongkrong di kafe-kafe mahal, sembari merekam minuman berharga minimal Rp 50.000,00 untuk dimasukkan ke Instagramnya. Bajunya tidak lusuh. Sementara itu, saya, yang selalu dihutangi, sudah tidak pernah lagi makan-makan di tempat mahal. 

Utang identik dengan kemiskinan. Tapi di kota-kota besar, utang tidak hanya milik orang yang miskin dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Banyak orang yang berhutang karena uang mereka habis untuk membeli hal-hal tersier, contohnya minuman mahal, makanan mahal, baju mahal, rokok mahal, liquid mahal, kos-kosan mahal, dan paket data yang besar. Atau hal-hal lain yang bukan merupakan kebutuhan primer, bahkan sekunder. Semuanya untuk apa? Supaya bisa ditampilkan pada orang lain.

Dan ketika uang mereka habis, barulah mereka menyadari kalau mereka butuh makan, butuh sabun, shampo, rinso, juga punya tagihan listrik. Pada saat itu bagi mereka tak ada pilihan lain selain berhutang pada temannya. Tak apa kalau langsung dikembalikan saat mereka mendapatkan uang. Tapi toh nyatanya siklus lama berulang. Saat mendapatkan uang, mereka lebih memilih untuk membeli kebutuhan-kebutuhan tersier itu, dan menganggap kalau teman yang punya piutang itu berkecukupan. "Yah. Cuma segini ini. Nanti-nanti aja deh".

Sekali lagi, mereka bukan orang miskin. Tapi mereka juga tidak sekaya Richard Muljadi, Adri Martowardojo, atau bahkan sekadar sekaya Young Lex. Level ekonomi mereka menengah, cukuplah sebetulnya untuk menabung dan juga bermimpi punya rumah KPR dalam waktu dekat. Sayangnya, mereka lebih mementingkan barang-barang mewah yang bisa lebih menaikkan "kelas" mereka, terutama di media sosial. Ga ngopi ga gaul, ga vaping ga kece, ga pake iphone nggak up-to-date.

Sudahlah, mereka juga tahu perkara masyarakat konsumerisnya Baudrillard. Tahu juga tentang hadist Nabi Muhammad perkara hutang-piutang. Atau teori-teori tentang manusia yang selalu mencari identitas diri. Hal-hal itu sering mereka bicarakan sambil menyeruput minuman seharga makanan warteg empat kali sehari, lalu ditulislah pembicaraan itu di Path atau di media sosial lain. Tapi sayangnya, mereka tidak sadar bahwa mereka tidak keren sama sekali. Tidak ada orang keren yang lupa bayar hutang.

Ah, masyarakat konsumeris. Memang kita sudah berada pada masa di mana penampilan lebih diutamakan ketimbang esensi. Maka dari itu banyak di antara kita yang berlomba-lomba untuk terlihat keren dan intelek. Cara agar terlihat intelek adalah dengan banyak bicara menggunakan bahasa berat, dan cara agar terlihat keren adalah dengan mengunggah foto-foto sedang bersantai di kafe-kafe mahal.


Sungguh, kalian pikir kalian ini para sastrawan Le Salon Littéraire, mengunjungi temu-temu sastra di kafe-kafe Paris sambil berbicara setinggi mungkin seolah memang sudah seperti itu tingkat ekonomi kalian? Bolehlah kalian mengenal Karl Marx, Adam Smith, Leo Tolstoy, Bakunin, atau konspirasi tentang Munir, lalu bicarakan itu dengan bahasa tinggi di kafe-kafe kelas tinggi, dan bilang sekali lagi kalau pemerintah dan manusia-manusia kejam doyan mengebiri hak orang lain. Tapi ingatkah kalian, dengan tidak membayar utang dan mengalihkan uang ke kebutuhan tersier yang kalau tidak dipenuhi tidak membuatmu mati, kalian sama saja mengebiri hak kerabat kalian sendiri?



Buruh-buruh bisa berdemo menuntut hak pada atasan dan pemerintah. Kami, orang-orang yang punya piutang dan tak kunjung dibayar karena mereka yang berhutang lebih memilih gaya hidup mewah, juga pantas berdemo dan meminta supaya masyarakat konsumeris ini bubar dan hangus saja. Persis seperti beberapa di antara kalian yang ingin kapitalisme diberangus.


Foto: Berbagai Sumber

You Might Also Like

3 komentar

  1. Halo Sir / Madam,

    Saya adalah Ibu Jessica GOMEZ dari Cile Saya mencari pinjaman selama beberapa tahun Saya 6 kali menjadi korban penipuan dengan pemberi pinjaman palsu yang memiliki saya rune, saya memang berusaha bunuh diri karena mereka. Karena saya memiliki hutang dan tagihan untuk membayar. Saya pikir sudah berakhir untuk saya, saya tidak lagi memiliki rasa hidup.
    Tapi untungnya saya telah melihat kesaksian yang dibuat oleh banyak orang tentang Bapak FARIS DARI WIN TRUST MORGAGE, jadi saya menghubungi dia untuk mendapatkan pinjaman saya untuk melunasi hutang saya dan melaksanakan proyek saya. Dengan RONALD FARIS DARI WIN TRUST MORGAGE bahwa hidup tersenyum kembali adalah ratu hati yang sederhana dan sangat komprehensif.
    Jika Anda membutuhkan pembiayaan; Pinjaman pribadi, Refinancing pinjaman, pinjaman Investor, pinjaman mobil, pinjaman konsolidasi Utang, Pinjaman Usaha, Pinjaman Internasional dari setiap proyek, orang ini akan membantu Anda mewujudkannya dan mendukung Anda secara finansial.

    RONALD FARIS
    NOMOR WHATSAPP: +15186011323
    E-MAIL ADDRESS ----- [dporterwintrustmortgage@outlook.com]
    WIN TRUST MORTGAGES

    ReplyDelete
  2. Selamat hari semua orang,

    Ini untuk memberi tahu masyarakat umum bahwa ONE BILLION RISING FUND saat ini menawarkan Pinjaman jangka panjang dan jangka pendek kepada badan-badan perusahaan dan koperasi yang secara serius memerlukan dukungan finansial untuk meningkatkan bisnis atau kebutuhan keuangan lainnya dengan tingkat suku bunga rendah. untuk segala bentuk pinjaman keuangan, di bagian manapun di dunia Ini terjangkau, dengan suku bunga rendah, fasilitas dijamin, Mari kita memiliki aplikasi Anda sekarang dengan rincian Anda untuk diproses lebih lanjut hubungi kami dengan informasi berikut di bawah ini.
    via email: onebillionrisingfund@gmail.com
    BBM: D8E814FC
    kami menawarkan pinjaman dalam berbagai mata uang

    DOLLAR
    POUND
    EURO
    RM
    IDR

    hubungi kami sekarang

    ReplyDelete
  3. Selamat hari semua orang,

    Ini untuk memberi tahu masyarakat umum bahwa ONE BILLION RISING FUND saat ini menawarkan Pinjaman jangka panjang dan jangka pendek kepada badan-badan perusahaan dan koperasi yang secara serius memerlukan dukungan finansial untuk meningkatkan bisnis atau kebutuhan keuangan lainnya dengan tingkat suku bunga rendah. untuk segala bentuk pinjaman keuangan, di bagian manapun di dunia Ini terjangkau, dengan suku bunga rendah, fasilitas dijamin, Mari kita memiliki aplikasi Anda sekarang dengan rincian Anda untuk diproses lebih lanjut hubungi kami dengan informasi berikut di bawah ini.
    via email: onebillionrisingfund@gmail.com
    BBM: D8E814FC
    kami menawarkan pinjaman dalam berbagai mata uang

    DOLLAR
    POUND
    EURO
    RM
    IDR

    hubungi kami sekarang

    ReplyDelete

Our Shop

Subscribe