Rambut Pendek dan Citra Wanita Cerdas

17.57


Penulis: @elsadewinta
Ilustrasi: @zaqi_137

Dulu, saya kira perempuan memilih rambut pendek karena sekadar ikut tren, ingin lebih simpel, dan karena mereka memiliki mobilitas tinggi. Rambut panjang membuat kita harus meluangkan waktu untuk menyisir dan merapikan rambut. Apalagi bila kusut. Berbeda dengan rambut pendek, yang jarang mengalami kekusutan.

Namun pendapat ini mulai berubah saat saya mendengar sendiri dari beberapa teman saya tentang preferensi rambut pendek yang mereka pilih “Kalau rambut gue pendek, keliatan lebih kuat ya.”. Ada pula yang berkata begini: Rambut pendek bikin aku terlihat mandiri. Kekuatan rambut. Ini bukan sekadar masalah akar dan Pantene, tapi tentang “pesan”, yang oleh beberapa wanita dapat disampaikan oleh gaya rambut

Di era modern seperti sekarang ini, memang lebih banyak kita jumpai para wanita yang mempunyai potongan rambut pendek. Berbeda dengan wanita jaman dulu yang selalu ingin memiliki rambut panjang karena akan lebih terlihat anggun, feminin, dan bisa dijadikan sebagai simbol kecantikan sang empunya. Kita lihat lukisan-lukisan masa Yunani dan Romawi, lukisan pada abad pertengahan serta abad pencerahan, adakah perempuan yang berambut pendek? Tidak. Perempuan disimbolkan dengan rambut panjang nan ikal,baik diikat maupun diurai, badan montok, serta payudara yang lebih besar daripada lelaki. Namun tren berubah, persepsi pun berubah.
Narcissus, oleh Salvador Dali


Menilik apa yang dikatakan oleh beberapa teman saya, ada kepribadian-kepribadian yang ingin ditonjolkan oleh beberapa di antara mereka yang berambut pendek, seperti ingin terlihat pintar, mandiri, dan tegar. Kita lihat saja, pembawa berita di stasiun televisi lokal kita kebanyakan memiliki rambut pendek, yang berambut panjang mungkin hanya ada satu-dua saja. Hal ini semakin menguatkan citra bahwa wanita berambut pendek adalah sosok wanita yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi.

Meskipun mungkin para pembawa acara tersebut memilih rambut pendek karena masalah kemudahan dan mobilitas, tapi tetap saja, presenter dianggap sebagai perempuan yang cerdas, kuat, dan mengesampingkan masalah kecantikan yang rumit. Yang oleh beberapa orang, ditangkap sebagai pesan bahwa rambut pendek akan menegaskan kepribadian mereka sebagai perempuan tangguh nan cerdas. Lalu kemudian berjalanlah, sesuai apa yang pernah “diramalkan” Pierre Bourdieu, filsuf sosial Prancis dalam buku La Distinction: selera tidak selamanya netral. Selera dipengaruhi oleh masyarakat.

Wanita sejatinya memiliki pilihan untuk berambut pendek ataupun panjang. Itu adalah kebebasan berekspresi mereka. Lagipula, ada sisi positif dan negatif dari rambut pendek dan panjang. Rambut panjang lebih mudah dimodifikasi, sedangkan rambut pendek tidak. Di sisi lain, rambut pendek lebih sederhana, mudah diatur, dan rambut panjang, sulit untuk diatur dan kadang mudah rontok. Sejatinya juga wanita punya hak untuk menampilkan kepribadian apapun pada dunia. Manusia butuh pengakuan dan identitas, itu wajar. 

Tapi bila kamu berambut panjang hanya untuk terlihat sebagai perempuan pintar dan kuat, serta membanggakan “kekuatan” itu, sepertinya kamu harus mempertanyakan lagi kepintaran kamu sendiri.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe