Mengapa Amerika Serikat Menarik Untuk Dibicarakan?

20:19



Semua negara (kecuali yang menganut sistem pemerintahan komunis) pastinya menyelenggarakan pemilu berkala. Prancis. Filipina. Amerika Serikat. Tapi semua pemilihan presiden dari berbagai negara hanya menjadi berita selintas saja. Tak akan menjadi berita utama bahkan menjadi pembahasan khusus selama lebih dari satu jam.

Namun hal itu tak berlaku bagi Amerika Serikat. Pemilu Amerika Serikat bak hidangan yang lezat, terus menerus disantap masyarakat di sosial media, dan dihidangkan bahkan hingga pemilihan itu selesai dan berakhir pada kemenangan Donald Trump. Bahkan banyak orang yang membahas tentang kemenangan tersebut (kebanyakan bersedih), seolah Donald Trump, yang biasa dikenal sebagai pengusaha real-estate tersebut. Mengapa?

Donald Trump jelas sosok yang kontroversial. Baik sepak terjangnya sebagai pengusaha, juga segala pernyataan yang dilontarkan olehnya di depan media. Banyak orang yang berkata bahwa melihat sosok Donald Trump membuat mereka seperti melihat Ahmad Dhani versi Amerika. Dan majunya Donald Trump sebagai calon presiden dulu fianggap sebagai lawakan saja, bak melihat Ahmad Dhani maju sebagai wakil bupati Bekasi. Tapi toh nyatanya lelaki berusia 70 tahun itu menang. 


Kemenangannya menyebabkan berbagai respon. Kebanyakan adalah respon negatif karena ditakutkan terjadi krisis serta tingginya tingkat rasisme bila Trump menjadi presiden. Tetapi herannya, mereka yang memberi respon negatif juga banyak yang berasal dari luar Amerika Serikat. Padahal jangankan punya hak pilih, ke Amerika Serikat saja belum pernah. Namun mengapa pemilu Amerika Serikat selalu menarik?

Amerika dianggap sebagai negara adikuasa. Amerika punya pengaruh besar terhadap berbagai negara dan organisasi. Misalnya PBB, G7, dan lain sebagainya. Amerika juga memiliki hubungan perdagangan yang kuat dengan negara kita. Untuk itu, wajar bila banyak negara yang punya kepentingan dengan Amerika. Seperti yang pernah dikatakan oleh Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, bahwa Amerika tidak punya teman atau musuh, karena yang mereka miliki hanya kepentingan. Banyak negara yang menaruh harapan pada Amerika Serikat karena negara itu punya kepentingan besar dengan Amerika Serikat.

Bagi oknum-oknum di luar Amerika Serikat yang punya kepentingan dengan Amerika Serikat, misalnya punya kerjasama dengan Amerika Serikat, sekolah di sana, bekerja di sana, atau punya kerabat di sana, wajar bila mencemaskan hasil pemilu presiden di sana. Namun bagi masyarakat menengah, medioker, yang tidak punya hubungan dengan Amerika Serikat, nampaknya konyol bila mencemaskan tentang hasil pemilu tersebut. Dengan alasan takut ekonomi memburuk? Takut rasisme meningkat? Sepertinya lebih baik kita cemaskan terlebih dahulu yang terjadi di negara kita, sebelum mencemaskan negara tetangga. Tetapi tentunya kita tahu masyarakat kita suka (sok) ikut-ikutan.


Foto: Berbagai Sumber

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe