Film Islami yang Sekadar Jilbab dan Peci

13.37


Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbanyak. Atribut muslim, pengajian, dan segala hal yang berhubungan dengan Islam bisa kalian temui di sini. Bahkan fesyen muslimah pun berkembang sangat pesat di Indonesia. Seni-seni yang mengusung Islam pun juga tak kalah unjuk diri.

Contohnya adalah film. Ya, hampir setiap bulan, selalu ada film Indonesia dengan tema islami. Tentunya dengan kover gadis berjilbab yang tidak pakai make-up tapi tetap cantik, dan juga lelaki yang mencintainya. Atau gadis cantik berjilbab pencari ilmu dan hidayah dengan latar cerah bak cahaya alam. Seolah film-film itu meyakinkan para penonton bahwa dakwah pun bisa diserukan melalui film.



Ya memang tidak salah. Pada jaman dulu, penyebaran Islam oleh para wali juga melalui beberapa seni, salah satunya adalah wayang. Tapi bedanya adalah, saya tidak melihat esensi Islam yang kental dalam film-film Islami Indonesia masa kini. Hanya sedikit film islami Indonesia yang betul-betul bagus. Contohnya adalah Ummi Aminah. Tapi entah berapa film yang seperti itu. Kebanyakan bercerita tentang cinta. Tentang jodoh. Tentang ceramah agama yang sok menggurui tapi tak punya esensi. Bahkan Ayat-Ayat Cinta yang fenomenal itupun dangkal sekali dalam membahas tentang Islam. Tentu saja. Fenomenalnya cuma karena ada Mesir, perempuan cantik, lelaki hampir sempurna dan sholeh, serta tragedi cinta segitiga yang dibuat-buat.

Tak ada bedanya dengan film Surga yang Tak Dirindukan. Di sana, tidak akan kamu temukan esensi Islam. Hanya drama yang membuatmu merasa sedih secara artifisial.



Saya jadi ingat dengan sebuah film Prancis berjudul "Monsieur Ibrahim et Les Fleurs du Koran", atau Bahasa Inggrisnya, Monsieur Ibrahim and The Flowers of Quran. Kelihatan relijius? Iya, walaupun ada adegan pelacur yang menjajakan diri pada awalnya. Namun di sepanjang film, terutama saat Monsieur Ibrahim tengah bersama Momo. Banyak sekali obrolan filosofis antara mereka berdua. Tentang agama dan makna hidup ini, kebanyakan. 

Islam memiliki banyak filosofi yang dalam. Bacalah Quran dengan baik, niscaya kamu akan mendapatkan rangkaian kata yang indah, dan pelajari tafsir-tafsirnya. Pelajari buku-buku Al-Ghazali, Rumi sang penyair sufi, yang jelas mereka adalah pemikir Islam dan bukan hanya dikenal sebagai nama anak-anak Ahmad Dhani. Rumi misalnya, dalam syairnya sempat menampilkan tokoh-tokoh seperti Yusuf, Musa, yang kita kenal sebagai Nabi, dengan simbol keindahan jiwa.

Atau kalau terlalu sulit, baca cerita pendek Gus Mus, atau Mustofa Bisri. Saya jatuh cinta dengan kumpulan cerpennya yang berjudul "Lukisan Kaligrafi". Menggambarkan tentang Islam dan kaitannya dengan budaya kita, Indonesia, dengan cara yang sederhana sekali. Tapi indah. Tidak perlu berbelit-belit, menggunakan drama istri kedua dan suami sok sholehah yang nyatanya tergoda perempuan yang lebih baik dari istrinya. Namun jelas kumpulan cerpen itu mungkin tak akan pernah difilmkan. Karena orang-orang suka drama yang berlebihan. Orang-orang suka melihat Laudya Cynthia Bella dicampur Fedi Nuril dan Raline Shah. Bukan esensinya. 

Semestinya film-film drama lebay itu malu menyebut diri mereka karya Islami. Percuma menampilkan rangkaian perempuan berjilbab dan alim, kalau esensi relijinya tak ada sama sekali. Percuma menampilkan lelaki tampan dengan baju koko, baju koko hanya kemasan saja,tidak lantas menggambarkan kalau film itu punya esensi Islam yang kuat. Tak ada. Hanya drama semacam sinetron Anugerah Cinta yang dibalut ddngan jilbab, gamis, peci, dan baju koko saja.

Foto: Berbagai Sumber

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe