Kisah Cinta Lain Dari Titanic

21:09



Dalam tayangan National Geographic berjudul Save The Titanic with Bob Ballard, ada banyak hal yang dibahas terkait kapal yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tahun 1912 itu. Tapi bukan tentang Rose dan Jack, bukan. Salah satu hal penting yang dibahas di sana adalah tentang guarantee group, yakni sekumpulan orang yang berkewajiban untuk memastikan keamanan seluruh bagian kapal. Kalau jaman sekarang, namanya mungkin Quality Assurance atau Quality Control.

Tidak ada yang salah dengan kapal Titanic itu sendiri. Bahannya kuat. Bagian-bagiannya dijamin baik dan presisi. Tapi tidak ada yang bisa melawan alam. Gunung es yang ditabrak terlalu besar dan mengerikan hingga kapal melewati batas kebocoran kapal.



Hanya saja, para anggota guarantee group yang diketuai oleh arsitek Thomas Andrew ini merasa bertanggung jawab. Saksi mata bercerita bahwa tidak ada satupun dari mereka yang keluar dari kapal. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang membagikan jaket pelampung, tapi tidak ikut menyelamatkan diri. Ada pula yang kemudian menuju ke kelas satu dan merokok di sana, sengaja untuk tidak pergi.

Sayangnya, tidak ada porsi cerita mewah dan besar untuk para anggota guarantee group ini. Meskipun ditayangkan berulang kali di channel semacam National Geographic, dibuatkan memorial plaque di Belfast, tetap saja saat menyebut Titanic, orang-orang akan mengingat Rose dan Jack. Padahal kalau dipikir, Rose hanya punya andil untuk menyelamatkan..ah bahkan di bagian akhir, Jack lah yang mengorbankan diri untuk Rose!

Tapi mau bagaimana lagi. Orang-orang menyukai cerita tentang cinta. Apalagi bila dibumbui dengan drama tentang perbedaan kasta, seperti Rose yang anak bangsawan dan Jack yang bisa naik Titanic kelas tiga hanya karena memenangkan lotere. Kisah semacam itu seperti memberikan keyakinan banyak pihak kalau cinta itu membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.



Cinta pun menjadi hal yang banyak dibahas oleh filsuf (meskipun itu bukan satu-satunya topik yang dibahas oleh mereka). Albert Camus pernah berkata 'I recognize only one duty and that is to love'. Dalam puisi yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris berjudul "Looking For Your Face", Jalaluddin Rumi menuliskan sebuah sajak tentang cinta yang indah, salah satu baitnya berbunyi seperti ini 'I am bewildered by the magnificence, of your beauty, and wish to see you with a hundred eyes'. Makna cinta dicari semua orang. Cinta dianggap misteri terbesar, terutama bila terjadi pada dua sejoli yang awalnya adalah orang asing.



Padahal, ada implementasi cinta juga dalam kisah tentang guarantee group tersebut. Yakni cinta mereka pada profesi, cinta pada tanggung jawab, cinta pada Titanic, cinta pada kemanusiaan, serta cinta pada harga diri. Kalau bukan karena kemanusiaan, tak mungkin mereka akan menyempatkan diri membagikan pelampung pada para penumpang yang tengah menyelamatkan diri. Kalau bukan karena cinta pada profesi dan tanggung jawab, tidak akan mereka mati-matian mempertahankan kapal agar tidak tenggelam. Dan kalau bukan karena harga diri, mereka tidak akan sengaja menenggelamkan diri. Itulah bentuk lain cinta. Cinta tidak hanya terdapat pada dua orang yang saling melirik malu, berpelukan, dan berciuman.

Bahkan sebetulnya, dalam kisah para anggota guarantee group, ada bentuk cinta keluarga pada sang ayah. Ialah anak dan istri mereka yang menunggu dengan setia, yang dijanjikan akan memancing di dermaga pelabuhan setelah sang ayah pulang, yang ternyata toh tak akan pernah kembali. Tapi  sayangnya, cinta yang dipenuhi nafsu akan sesama manusialah yang menggerakkan pesona banyak orang. Bukan cinta yang lain.

Foto: Berbagai sumber

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe