Ibadah, Kasta, dan Opini Tentang Pemborosan

09:34


“Suffering is a gift. In it is hidden mercy.” 
― Jalaluddin Rumi



"Haji itu ibadah mahal! Masak buat dapet pahala harus ke Mekkah! Enak yang kaya dong!"

"Yaampun, Islam itu kejem, masak tiap tahun ada pembantaian hewan masal!"

Tidak banyak sih, tapi akan selalu ada komentar seperti ini tiap kali musim haji dan Idul Adha tiba. Orang-orang mempertanyakan mengapa kok harus berhaji kalau mau mendapatkan pahala, kenapa pahala yang banyak itu ada di Mekkah, kalau begitu, pahala hanya milik orang kaya, begitukah?

Dan juga, soal kurban. Aturan Islam tentang kurban dianggap kejam karena seperti pembantaian massal hewan-hewan. Kasihan hewannya. Lagipula, penyembelihan hewan kurban itu polusi aroma. Bau darah dan daging di mana-mana.

Sebagai manusia, wajar bila kita mempertanyakan banyak hal. Tapi kalau pertanyaan itu jadi subyektif dan tidak logis, rasanya jadi konyol saja. Ya mau bagaimana lagi, entah kenapa menjadi atheis dan kritis terhadap agama jadi tren belakangan ini. Kritis dan atheisnya tidak perlu cerdas-cerdas amat. Cukup asal ngomong saja, sudah terlihat keren. Ketidakpercayaan pada entitas Tuhan dan juga aturan agama menjadi sesuatu yang menandakan kalau otak kita setara Stephen Hawking. Padahal, rumus massa jenis saja kita sudah lupa.

Orang-orang sangat bangga kalau bisa menemukan alasan bahwa agama dan segala hal yang dilakukan karenanya adalah hal-hal yang irrasional. Tradisi-tradisi di dalamnya non-sense, dan hanya buang-buang waktu serta materi. Maklum, entitas Tuhan tidak bisa dijangkau dengan panca indera dan mengkritik segala media yang berhubungan dengan Tuhan (termasuk agama) akan dianggap sebagai sebuah pencerahan. Modern.

Padahal sudah sangat jelas dikatakan bahwa ibadah haji wajib dilakukan hanya bagi mereka yang mampu. Baik secara materi, maupun jasmani. Tidak semua orang diharuskan untuk beribadah haji. Dan ibadah ini bukan dimaksudkan untuk menciptakan kelas sosial. Yang sudah pergi haji belum tentu lebih baik daripada yang tak bisa pergi haji. Masyarakat kitalah yang kemudian membentuk sebuah wacana bahwa mereka yang beribadah haji punya kasta yang lebih tinggi: lebih kaya, lebih sholeh/sholehah, dan juga lebih berpahala.



Dan tentang hewan qurban. Setiap hari selalu akan ada hewan yang disembelih. Dan banyak yang disembelih dengan cara yang menyakitkan. Tapi apakah itu membuat kita kemudian menyalahkan perusahaan yang memproduksi daging? Yang menjual daging? Restoran cepat saji? Perayaan Idul Adha bukanlah sekadar perayaan untuk berboros-boros atau untuk membantai hewan saja. Tidak semua orang seperti kamu yang bisa dengan mudahnya makan daging setiap saat. Pemberian daging pada saat Idul Adha bisa menjadi momen yang sangat berharga bagi sebagian besar orang. Pada saat itulah mereka merasa dipedulikan, merasa bahagia. Sebuah perasaan yang mungkin tidak bisa kamu pahami, kalau kamu berada pada kasta di mana kamu bisa dengan mudahnya beli paket internet, dan nonton film di bioskop sebagai bagian dari rutinitasmu.

Kalau dilihat lagi, sebetulnya haji dan kurban esensinya bukanlah untuk membedakan yang mampu dan tak mampu. Lebih dari itu, keduanya adalah momen di mana kita bisa belajar untuk menjadi ikhlas, untuk menyadarkan kepada kita bahwa hidup ini tidaklah kita jalani sendirian. Ada nilai-nilai seperti tenggang rasa dan kebersamaan di dalam kedua ibadah tersebut. Hanya saja,  kita terlalu terpaku pada seremoni semata dan melupakan makna-makan esensial di dalamnya.

Selain itu, setiap orang punya caranya sendiri untuk berhubungan dengan alam. Dengan entitas yang dia sebut Tuhan. Bila kamu menganggap Tuhan tidak ada, ya tidak masalah. Itu urusanmu dan alam pikiranmu. Tetapi mengapa kamu harus mengganggu banyak orang yang memutuskan untuk beragama agar bisa berhubungan dengan Tuhan? Salahkah bila orang merasa tenang saat beragama? Salahkah bila cara yang dia lakukan tak merugikanmu, atau pihak-pihak lain? Orang bilang bahwa mereka yang beragama itu buta, tapi mana yang lebih buta ketimbang mengkritik sesuatu hanya karena hal tersebut berhubungan kuat dengan agama tertentu?

Foto:
http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2016/07/peraturan-tentang-haji.jpg
__http://cdn.tmpo.co/data/2014/10/04/id_330961/330961_620.jpg__

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe