Who to Know: Adam Smith

19.47



"Sebuah akibat tak terduga dari sebab yang direncanakan akan memberikan dampak keuntungan bagi masyarakat luas"


Mendengar frasa "kepentingan pribadi" akan membuat kita memikirkan sesuatu yang negatif. Karena, frasa ini identik dengan egoisme dan ketidakpedulian pada orang lain. Lagipula, dalam pelajaran moral, selalu ada ungkapan semacam "dahulukan kepentingan umum, baru kepentingan pribadi".



Tapi hal ini tidak berlaku bagi Adam Smith. Ya, filsuf asal Skotlandia yang berfokus pada bidang ekonomi dan politik ini mengatakan bahwa ada beberapa kepentingan pribadi yang justru memberikan dampak positif pada banyak orang. Seperti saat kita menjadi pengusaha, misalnya. Seseorang membuka usaha karena dia menginginkan keuntungan untuk dirinya sendiri. Namun berkat tindakannya tersebut, dia dapat membuka lapangan kerja bagi banyak orang, menyediakan kebutuhan bagi masyarakat, dan juga hal lain yang sebelumnya tidak ada.


Dalam karyanya yang berjudul An Inquiry to The Nature and Causes of The Wealth of the Nation, Adam Smith menjabarkan konsep The Invisible Hand, atau tangan tak terlihat. Adam Smith percaya bahwa ada tangan tak terlihat bekerja pada pasar bebas, yang membuat sebuah hal yang awalnya bersifat pribadi, menjadi sesuatu yang membawa keberuntungan bagi banyak orang.


Dua poin dalam konsep The Invisible Hand adalah, yang pertama, semestinya masyarakat tidak diatur-atur oleh kebijakan publik tentang kegiatan ekonomi apa yang sebaiknya mereka lakukan, karena biarlah masyarakat berkreasi sendiri dalam hal tersebut, asal masih berada di jalur yang tidak menyalahi hukum. Kemudian yang kedua, bahwa tidak semua kepentingan pribadi itu baik, tapi adalah sebuah kesalahan besar apabila kepentingan pribadi dicap sebagai sesuatu yang buruk.


Maka dari itu, pasar bebas dianggap Adam Smith sebagai tangan tak terlihat yang dapat menyejahterakan masyarakat. Apa saja elemennya? Seperti kompetisi misalnya. Kompetisi dapat memunculkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dan dengan adanya kompetisi, para produsen dapat meningkatkan kualitas produk, yang kemudian juga memberikan kebaikan bagi masyarakat.


Hanya saja terkait dengan lapangan kerja, Adam Smith menekankan pentingnya meritokrasi. Meritokrasi adalah sistem di mana orang-orang ditempatkan di lapangan kerja sesuai dengan kemampuannya. Mengapa mesti begitu? Karena bila seseorang bekerja sesuai dengan kemampuannya, maka kehidupan orang tersebut jadi lebih berkualitas. Selain itu, bila seseorang menyukai pekerjaannya, kegiatan ekonomi juga akan lebih maksimal dan berkualitas.


Teori Adam Smith, Dongeng Semata?


Teori Adam Smith seolah menggambarkan bahwa pasar bebas adalah sebuah hal yang ideal bagi masyarakat kita. Sebuah hal yang sarat akan simbiosis mutualisme. Namun teori tersebut seolah dianggap sebagai dongeng semata dalam beberapa kondisi. Misalnya, dalam Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18, di mana kaum pekerja dikuras habis-habisan tenaganya karena mereka tak punya pilihan lain kecuali bersaing dengan mesin-mesin agar bisa bertahan hidup. Juga dalam masyarakat negara dunia ketiga yang banyak menggantungkan hidup pada perusahaan-perusahaan dari negara maju.


Banyak buruh negara-negara dunia ketiga yang dibayar murah, sementara itu para investor dari negara maju mendapatkan untung besar. Hal ini terjadi karena mereka bukanlah pemilik modal. Tidak semua orang bisa mendapatkan modal dengan mudah. Dan tidak semua orang bisa dengan bebas mendapatkan uang dengan cara yang mereka mau.


Tapi sebetulnya, hal ini termasuk masalah persepsi. Tidak semua orang punya ambisi untuk menjadi "produsen",tidak semua orang tahu cara untuk berbisnis dengan baik, dan tidak semua orang punya modal, atau mumpuni mendapatkan modal. Tapi ada pula orang-orang yang dengan bisa dengan mudah mendapatkan modal, atau punya taktik bisnis yang cerdas. Teori Adam Smith pun bisa menjadi dua hal: angin segar yang menumbuhkan optimisme, atau malah sekadar dongeng belaka yang hanya bisa dinikmati segelintir orang.

Foto: Wikipedia

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe