Kesalahpahaman Istilah Dalam Filsafat

20.44



Apa yang sebelumnya kamu pikirkan tentang istilah-istilah ini? Apakah maknanya dalam ranah filsafat sesuai dengan apa yang kamu pikirkan?


1. Kapital

Biasanya, saat mendengar kata kapital, yang terbayang di benak kita adalah uang yang banyak, yang bisa kita gunakan untuk membuka usaha. Namun ternyata, makna kapital lebih luas daripada itu.


Menurut Pierre Bourdieu, filsuf sosial asal Prancis, kapital seperti senjata kita untuk bisa bertarung dan bertahan hidup dalam arena sosial. Kapital terdiri atas empat jenis, yakni kapital ekonomi, kapital budaya, kapital sosial, dan kapital simbolik. Kapital ekonomi berbentuk kepemilikan atas uang atau benda lainnya. Sementara itu, kapital budaya adalah kapital yang berbentuk seperti pendidikan, latar belakang keluarga, kemampuan tertentu, dan juga berbagai gelar.


Lalu kapital sosial sendiri bentuknya berupa jaringan pertemanan atau jaringan bisnis. Dan yang terakhir, kapital simbolik berbentuk pengakuan dari orang lain tentang diri kita. Misalnya, pengakuan bahwa kita adalah orang hebat, orang pintar, orang baik, dan lain sebagainya.


Dalam dunia sosial, kapital dapat dipertukarkan. Masih ingatkah pada cerita Iron Man 2? Dalam Iron Man 2, kedua tokoh antagonis, Ivan Vanko, dan Justin Hammer, saling menukarkan kapital mereka. Justin Hammer memiliki kapital ekonomi, dan dapat memberi modal uang serta peralatan pada Ivan Vanko, seorang fisikawan jenius, yang punya kapital budaya berupa kepintaran, untuk membuat robot tandingan Iron Man.



Hal yang sama juga dapat kita temukan dalam Pokemon The Movie, di mana Mewtwo, Pokémon kloning dari Mew, sempat melakukan kerjasama dengan Tim Roket. Pemimpin Tim Roket menawarkan kekayaan untuk ditukar dengan kekuatan Mewtwo.



2.Absurditas



Mendengar kata absurd, atau absurditas, pikiran kebanyakan orang akan tertuju pada sesuatu yang berantakan, abstrak, sulit didefinisikan, mungkin seperti melihat lukisan Picasso yang rumit penjabaran maknanya.


Tapi absurditas, seperti yang diungkapkan Albert Camus, tidak sekadar sebuah hal yang abstrak. Kata absurd sendiri berarti sesuatu yang sia-sia, yang meaningless, maknanya tak dalam. Absurditas digambarlan oleh Albert Camus bak mitos Sisyphus. Sisyphus sendiri adalah tokoh dalam Mitologi Yunani yang dihukum oleh para dewa untuk mendorong batu ke atas Gunung Olympus, untuk kemudian dijatuhkan kembali ke kaki gunung. Hal ini kemudian dilakukan berulang-ulang hingga ajal menjemput.



Mitos Sisyphus ini seperti kiasan dari kehidupan manusia yang terus menerus melakukan rutinitas tanpa tahu tujuannya, tanpa tahu apa yang dia cari dan dia senangi kecuali untuk menyambung hidup. Cenderung tanpa makna.


3. Ide

Banyak orang yang menganggap bahwa ide adalah buah pikiran, gagasan yang keluar dari proses berpikir dan kreativitas dalam otak manusia. Makna tersebut memang benar, tapi dalam filsafat, maknanya tidak hanya itu saja.



Menurut Plato, ide, melengkapi pendapat Parmenides, ide adalah sesuatu yang kekal dan tidak berubah. Ide bukanlah sesuatu yang subjektif, tapi objektif, lepas dari pikiran manusia. Hakikat atas segala hal itu nyata adanya dalam ide.


Meskipun misalnya ada banyak jenis manusia, tetapi ide tentang mereka adalah satu, yakni ide manusia. Hal ini juga berlaku terhadap ide-ide lain seperti ide binatang, ide tumbuhan, dan sebagainya. Ide-ide ini saling berelasi di dunia, yang kemudian hubungan ini disebut sebagai koinoia. Ada pula sistem hierarki dalam ide-ide tersebut, seperti ide anjing berada di bawah ide binatang, ide bunga dandelion di bawah ide bunga, dan sebagainya. Kalau bisa diumpamakan, ide itu seperti cetakan kue. Kamu bisa membuat banyak kue dari cetakan itu, dan memberi hiasan serta icing yang berbeda-beda di atasnya. Tapi bentuknya tetap sama, bukan?

Sumber foto:
www.flickr.com
en.wikipedia.org

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe