Kebanggaan Menjadi Bagian Dari Jurusan Favorit

21:01



The world itself is the will to power, and nothing else! And you yourself are the will to power - and nothing else! - Friedrich Nietzsche


Saat akan mengikuti ujian masuk universitas, sering sekali topik tentang jurusan mana yang paling jagoan dibahas oleh orang-orang, terutama mereka yang juga akan mengikuti ujian masuk. Keren tidaknya sebuah jurusan kuliah biasanya dilihat dari potensi karier yang ada setelah kita lulus dari jurusan tersebut. Dan sudah tentu, jurusan macam kedokteran, teknik, dan bisnis menjadi primadona.



Stereotip kekerenan ini tak hanya membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mengejar jurusan yang tidak sesuai passion mereka, tapi juga membuat banyak orang menjadi pongah. Terutama kalau memang tujuan hidup mereka adalah mengejar kapital simbolik dan bukannya berkuliah untuk menimba ilmu dan jatuh cinta dengan jurusannya. Semacam keangkuhan akademik. Merasa jurusannya lebih hebat daripada jurusan lain.


Tak hanya itu saja. Banyak pula orang-orang yang begitu bangganya memiliki kekasih yang berasal dari jurusan-jurusan "keren" tersebut. Kemudian menganggap bahwa masa depannya pasti akan cerah. Begitukah? Begitu tidak percaya dirikah kita hingga menggantungkan kebahagiaan dan kepercayaan hanya pada sebuah jurusan?



Barangkali kalau sindrom ini menjangkit anak-anak yang baru lulus SMA, masih bisa dimaklumi. Namun bila terjadi pada mereka yang jauh, jauh sudah lulus kuliah, nampaknya perlu dikaji kembali apakah mereka sudah betul-betul move-on dari kejayaan mereka di masa lalu, saat masih menjadi mahasiswa, atau memang mereka tak punya hal lain untuk dibanggakan selain jurusan keren yang pernah mereka masuki.


Pada dasarnya semua jurusan memiliki fungsinya masing-masing. Tak ada jurusan yang tak berguna. Kalaupun ada, tak mungkin dibuka, kan? Yang ada hanyalah jurusan yang banyak diminati, ataupun tidak. Mengapa diminati atau tidak, ya tergantung akan kultur dan kebutuhan suatu negara atas profesi-profesi tertentu, serta pandangan masyarakat dari negara tersebut. Seperti masyarakat Indonesia yang sangat memuja jurusan kedokteran dan teknik, misalnya.


Meskipun pada awalnya sistem jurusan dibuat untuk memberikan ruang bagi passion serta kemampuan orang-orang, agar bisa menjadi pribadi yang berguna, tapi tampaknya, sekadar berguna bagi banyak orang tidaklah cukup, bukan? Karena hampir semua manusia, butuh pengakuan. Dan pengakuan karena mampu masuk ke jurusan yang keren, adalah hal yang berharga sekali bagi mereka.

Foto:
careernews.id
flickr.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe