Sang Pewaris Bisnis Keluarga

21:38


Do not handicap your children by making their lives easy - Robert A. Heinlein


Pernahkah kamu membeli majalah semacam Indonesia Tatler, Dewi, atau Prestige? Kalau kamu pernah baca, atau bahkan berlangganan majalah-majalah tersebut, kamu pasti serign melihat profil anak-anak muda yang terlahir dari keluarga konglomerat dan menjadi penerus bisnis keluarga.


Banyak anak pengusaha kelas kakap yang dipersiapkan untuk menjadi penerus dari bisnis tersebut. Sebagian telah digembleng sejak kecil, tetapi sebagian lagi tak memiliki modal yang cukup untuk menjadi penerus. Mereka dipersiapkan menjadi penerus karena mereka adalah anak kesayangan.


Beberapa majalah seringkali "merekam" profil anak-anak konglomerat penerus bisnis keluarga ini dalam sebuah kolom khusus. Mereka dianggap sebagai seseorang yang hebat karena bisnisnya besar. Seringkali juga segala tentang mereka dibesar-besarkan. Misalnya, kehebatan mereka karena bersekolah di sekolah yang mahal (padahal orangtua yang membayar seluruh biaya bersekolah tersebut), kesenangan mereka mengoleksi barang mewah, dan juga pergaulan mereka yang sangat luas.


Sebetulnya tidak masalah kalau penerus bisnis keluarga memiliki konsep terobosan yang membuat bisnis jadi lebih berkembang pesat. Tapi kalau bisnisnya hanya bergerak di situ-situ saja, tidak ada perkembangan, tidak ada terobosan atau bahkan menurun, sepertinya sangat berlebihan kalau menjadikan mereka panutan yang dianggap hebat di sebuah majalah.


Anak dan Representasi Orangtua

Bila kamu bertanya pada para orangtua mengapa mereka begitu menyayangi anak mereka, jawabannya mungkin akan semacam ini: karena mereka darah daging kami. Individu yang dibentuk dari sperma dan ovum mereka, yang secara otomatis punya beberapa kesamaan genetik dengan mereka.


Baik sadar ataupun tidak, orangtua mencintai seorang anak, secara tulus,hampir tanpa mengharapkan balasan dan rela memberikan segalanya, ialah karena anak adalah "perwakilan" mereka. Semacam representasi. Maka, orangtua menaruh banyak harapan dalam diri seorang anak. Orangtua mengharapkan anak bisa menjadi lebih baik daripada mereka.


Itulah alasan mengapa orangtua akan sangat marah saat beredar daftar vaksin palsu di berbagai rumah sakit tempat mereka mengimunisasi anak-anak mereka. Juga mengapa orangtua tidak suka kalau anaknya diperlakukan tak senonoh saat Masa Orientasi Siswa. Anak, adalah salah sat cermin diri orangtua. Menyakiti sang anak berarti menyakiti orangtuanya.


Dan itulah pula alasan mengapa banyak orangtua yang menjadikan anak penerus usaha mereka, dan tak sekadar memberikan warisan dengan bagian tertentu, misalnya. Meskipun anak tersebut kurang mampu meneruskan usaha, dan tidak punya inovasi. Bukan karena orangtua percaya kalau anak bisa sehebat mereka. Tapi karena orangtua ingin anaknya menikmati apa yang telah mereka usahakan sebelumnya.


Ada orangtua bijak yang mengajari anaknya dengan baik dan tidak sekadar memberikan harta. Ini adalah hal yang bagus. Tapi ada banyak pula yang hanya memberikan tampuk kepemimpinan dan harta pada anak, tanpa mengajari mereka bagaimana cara bertanggung jawab. Mereka merasa kalau mengajarkan anak bertanggung jawab, hal itu dapat menyusahkan anak. Padahal mereka salah besar.


Menjadi orangtua yang kaya , tak selamanya menyenangkan. Kadang, tanggung jawab kita pun menjadi semakin besar. Kita mesti mempersiapkan anak tak hanya untuk menjadi sesukses kita, tapi juga bagaimana bertanggung jawab terhadap kesuksesan tersebut, meskipun mereka tak pernah mengalami kesusahan dalam hidup seperti yang kita alami. Tentunya kita tidak mau bukan, anak kita menjadi pecundang karena kita terlalu banyak memberikan fasilitas yang memudahkan mereka?

Sumber Foto:
kapanlagi.com
Prestige
rarolae.com

You Might Also Like

1 komentar

  1. Cari Tiket Pesawat Online Super Cepat dan murah??
    http://selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di http://agenselltiket.com

    Info lebih lanjut hubungi:
    No handphone : 085364558922
    PIN : FBSID007

    ReplyDelete

Our Shop

Subscribe