Awkarin dan Kapital yang Dimilikinya

16:21



Saya pikir, Indonesia tidak pernah kehabisan figur-figur bombastis untuk menjadi selebriti. Belum puas dengan Vicky Prasetyo dengan bahasa planetnya, atau Dijah Yellow dengan narsisme tingkat dewanya, kini seorang perempuan muda tanggung pun juga menjadi seorang selebriti dunia maya yang tengah hangat diperbincangkan netizen.


Namanya Karin Novilda. Orang mengenalnya dengan sebutan Awkarin, sesuai dengan nama akun Instagramnya. Dengan usia yang telah mencapai angka 19, Awkarin jelas bukan lagi anak remaja. Tapi dia adalah panutan sekaligus "musuh" dari banyak remaja



Kalau ditanya mengapa Awkarin bisa menjadi tenar, awalnya saya hanya bisa mengangkat bahu. Entahlah, rasanya seperti saya bangun tidur dan menemukan bahwa Awkarin tiba-tiba sudah ada saja di dunia ini dan juga di Popular Post Instagram saya. Jelas bukan karena cantik, karena di Indonesia ada puluhan juta orang yang lebih cantik? Badan yang bagus dan semampai pun juga sudah dimiliki oleh para model. Pintar karena Awkarin pernah jadi siswi dengan peringkat 3 UN SMP se-Riau? Rasanya tidak terlalu sensasional.


Tapi Awkarin dan mungkin manajemennya (kalau ada) sangat pintar mencari celah. Mereka sepertinya tahu bahwa remaja adalah pemberontak sejati. Di tengah kekangan orangtua yang suka melarang pacaran dan keluar malam, dan juga peraturan sekolah yang tidak memperbolehkan siswa-siswinya untuk berpakaian ketat, Awkarin muncul dengan segala goals dalam hidupnya mulai dari #smokegoals sampai #relationshipgoals yang mendobrak segala peraturan dan kekangan itu: Awkarin punya teman-teman yang gaul, punya (mantan) pacar yang bisa diajak unyu-unyuan dan foto ciuman sambil Vaping (semacam melihat Pokémon Koffing), mabuk-mabukan, tapi tetap (katanya sih) dapat nilai bagus di sekolah. Dan juga, tidak ambil pusing sama perkataan orang.


Remaja dengan jiwa pemberontak akan melihat Awkarin sebagai panutan dan sebagai sosok yang dia cita-citakan. Gue pengen banget kayak Awkarin, dia cool, gaul, dan punya pacar yang unyu. Iya, cita-cita kebanyakan remaja SMP-SMA sesungguhnya bukanlah ingin menemukan unsur baru di Tabel Periodik, menemukan cara bagaimana agar semua unsur trillema ekonomi dapat diterapkan, atau bagaimana strategi untuk menghancurkan ISIS, tidak sama sekali. Kebanyakan dari mereka ingin menjadi orang terkenal, gaul, bisa diandalkan saat pelajaran, punya geng kece,dan tentunya disenangi oleh banyak orang termasuk gebetan sendiri.


Dangkal? Memang begitu kan? Namun kedangkalan itulah yang mungkin diketahui oleh pihak Awkarin dan dijual. Meminjam teori Pierre Bourdieu, seorang filsuf sosial Prancis, ada empat jenis kapital (modal) yang bisa digunakan oleh manusia sebagai senjata dalam arena kehidupan.


Awkarin sudah punya kapital sosial, yakni teman-teman gaul semacam Lula atau Alana yang pergaulannya jetset dan bisa membuatnya punya jaringan yang luas. Dia juga sudah punya kapital budaya, karena kita tahu bahwa Karin Novilda dikenal sebagai anak gaul dengan nilai yang tetap cemerlang. Dia pernah mendapatkan peringkat tiga nilai UN tertinggi di Riau, dan juga berkata kalau dia diterima menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang kemudian (katanya sih) dilepas karena takut tidak punya waktu buat pacarnya (sebuah alasan bodoh yang sulit dipercaya). Sebagai anak gaul, cantik, terkenal dengan followers dan viewers yang banyak di Instagram dan Youtube, Awkarin punya kapital simbolik yang kuat, yakni pengakuan sebagai anak hits Jakarta.


Dia punya ketiga kapital tersebut, dan hal itu cukup untuk ditukar dengan kapital lainnya,yang banyak dicari orang: kapital ekonomi. Dengan segala ketenaran yang dimilikinya, Awkarin mendapatkan banyak tawaran endorse barang di Instagram, yang nilainya cukup besar. Iya, jangan kamu pikir semua selebgram yang mempromosikan barang di dalam Instagram betul-betul menggunakan barang tersebut. Tidak. Mereka mendapatkan job untuk mempromosikan barang dnegan jumlah nominal tertentu, dan tentunya mendapatkan barang itu secara cuma-cuma.


Salah besar kalau kamu berpikir bahwa untuk menjadi artis, seseorang harus terlebih dahulu antri casting, atau ikut ajang pencarian bakat. Itu cara lama. Sekarang, semua orang punya ruang sendiri untuk bisa jadi terkenal: lewat segala jejaring sosial. Kamu mau jadi bintang film? Pasang videomu di Youtube. Jadi foto model? Unggah fotomu di Instagram. Jadi penulis? Tuangkan pikiranmu di Blog, Twitter, atau Facebook. Murah dan mudah kan?


Dan jangan lupa, kamu juga harus punya modal tak tahu malu sebesar Awkarin yang rela semua sisi kehidupan pribadinya (entah 100 persen kenyataan atau ada bumbu drama beberapa persen), ditampilkan di setiap media sosial, di depan mata hampir semua masyarakat. Juga tak punya malu dan cukup mental untuk dianggap menentang norma masyarakat, dan bukannya malah menangis dan minta belas kasihan saat banyak masyarakat yang mencercamu karena kamu kebanyakan gaya.

Sumber foto:
Instagram: @awkarin dan @gagamuhammad

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe