What to Know:Intersubjektifitas

14.40


Manusia, kata Friedrich Nietszche, memiliki kehendak untuk berkuasa. Untuk itu, manusia sebetulnya selalu ingin menjadi subyek. Tak selamanya subyek adalah orang yang terlihat kuat dan mampu menguasai. Subjek bisa saja terlihat lemah, tetapi sebetulnya interaksi terjadi sesuai dengan keinginan dirinya. Orang lain, baik sadar maupun tidak, mengikuti kehendak si subjek dalam proses interaksi. Yang otomatis menjadikan mereka objek.


Namun tak selamanya interaksi manusia bersifat subjek-objek, seperti yang pernah sedikit kami singgung di sini. Ada interaksi subjek-subjek yang biasa disebut dengan intersubjektifitas. Dalam interaksi ini, tidak ada manusia yang dominan, tetapi keduanya saling berkomunikasi, untuk kemudian saling melengkapi. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Gabriel Marcel, filsuf asal Prancis, seseorang akan utuh saat bersama orang lain. Interaksi terhadap orang lain akan menumbuhkan rasa cinta kasih. Dan cinta kasih tersebut membuat orang menjadi abadi.


Intersubyektifitas ini, menurut Marcel, hanya bisa didapatkan dari dua orang yang saling berkomitmen, dan menjadi sebuah kebersamaan. Apabila dua orang berkomitmen untuk bersama, maka keduanya memiliki tujuan yang sama. Contohlah dalam pernikahan. Pernikahan terjadi pada dua orang dengan tujuan yang sama. Maka dari itu, proses pernikahan itu sendiri merupakan hubungan intersubjektifitas. Hal yang sama terjadi pula saat kamu "jadian" dengan seseorang.


Intersubjektifitas ala Gabriel Marcel ini seolah seperti antitesis dari konsep "l'enfer c'est l'autre" nya Jean-Paul Sartre. Sartre berpendapat bahwa neraka adalah orang lain. Jadi, saat ada orang lain, kita tak bisa bebas melakukan apa yang kita mau. Tapi seperti yang telah disinggung di atas, pertemuan dengan orang lain bagi Marcel adalah hal yang positif. Orang lain adalah kebutuhan dasar manusia. Sejatinya memang manusia harus berkomunikasi dengan orang lain.


Saat bertemu orang lain, terjadilah sebuah perjumpaan eksistensial. Kita ada karena orang lain ada. Kita menjadi manusia seutuhnya. Sebuah pendapat yang menegaskan jika manusia adalah makhluk sosial.


Tapi kalau bagimu, apa arti orang lain? Penyempurna hidupmu, atau malah pengganggu kebebasanmu?



Sumber:

-Intersubjektifitas Sebagai Bentuk Eksistensi: Eksistensialisme Gabriel Marcel dalam Film "P.S. : I Love You" - Skripsi Nila Auriga

-Teori-Teori Kebudayaan- Mudji Sutrisno dan Hendar Putranto

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe