Trend "The Conjuring 2" dan Penderitaan Pengidap Phasmophobia

16.30



Selain arachnophobia (fobia terhadap laba-laba), saya juga memiliki fobia terhadap hantu, atau biasa disebut phasmophobia. Untuk itu saya selalu merasa jengah saat ada film box office yang bergenre horor. Dan yang saat ini tengah digemari betul di negara saya, adalah The Conjuring 2.


Saya juga tipikal orang yang suka membagi apa yang saya senangi. Entah film, kata-kata mutiara apik, atau foto-foto tokoh yang saya idolakan. Tapi karena Phasmophobia ini, saya merasa sangat terganggu dengan foto-foto hantu suster bernama Valak yang memenuhi linimasa Path, Facebook, Instagram, dan juga Twitter saya. Banyak yang menjadikan Valak sebagai meme. Tapi Valak adalah wujud hantu yang sangat mengerikan. Bagi orang dengan fobia seperti saya, selucu apapun meme tentang Valak, saya tetap merasa kalau gambar tentangnya adalah gambar yang sangat mengganggu.



Tapi tapi dan tapi lagi, saya tidak bisa mengontrol apa yang bisa orang bagikan di linimasa. Kecuali kalau dia membagikan sesuatu yang tidak pantas. Misalnya foto porno (yang juga telah diatur oleh Undang-Undang), atau foto korban-korban kejahatan yang sadis. Foto hantu sepertinya sih tidak diatur dalam Undang-Undang. Hanya saja saya merasa bahwa sebagai manusia, seharusnya orang-orang tahu bahwa banyak orang yang tidak nyaman dengan penampakan hantu, baik yang diklaim sebagai "hantu beneran" maupun hantu yang ada di film.


Sehubungan dengan hal ini saya juga berpikir sebetulnya orang-orang yang kelewat bodoh untuk mengetahui bahwa banyak orang yang takut dengan hantu, ataukah saya yang tidak siap dengan intersubjektifitas -hubungan subjek-subjek antar manusia-? Dengan kenyataan bahwa di dunia ini, setiap orang harus saling menjadi subjek dan tidak bisa serta merta mendapatkan apa yang dia mau karena kebebasannya dibatasi oleh kebebasan orang lain? Lalu bila memang konsep interaksi antar-manusia adalah perihal intersubjektifitas, lantas mengapa saya merasa terbatasi saat melihat gambar-gambar hantu? Apakah saya tidak boleh membuka sosial media selama gambar-gambar hantu itu masih ada? Ataukah saya harus menghapus banyak pertemanan agar tidak melihat gambar hantu The Conjuring 2 yang sangat mengganggu itu?


Hal ini membuat saya mempertanyakan, apakah intersubjektifitas itu benar-benar ada? Ataukah memang sejatinya, salah satu pihak harus rela menjadi objek?

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe