Ronaldo dan Arogansi Sang Legenda

13:14



Siapa yang tidak mengenal Cristiano Ronaldo? Hampir semua orang mengenalnya sebagai legenda di tengah lapangan. Anak-anak kecil penggemar sepakbola begitu ingin menjadi dirinya.


Selain menjadi pemain bola dengan gol terbanyak, Ronaldo juga terkenal dengan dribble-nya yang mematikan. Tidak hanya itu, dia juga menjadi brand ambassador bagi beberapa produk ternama. Katakanlah Nike dan juga Tag Heuer.


From zero to hero, Ronaldo berasal dari keluarga yang miskin di Madeira. Beruntung dia memiliki bakat bermain bola dan fokus mengembangkan bakatnya tersebut. Maka dari itu, Ronaldo menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin sukses. Bahkan, kisah hidupnya pun diangkat ke layar lebar.



Tapi bagaimana dengan citra dirinya?


Citra Ronaldo tidak terlalu baik. Tak hanya terkenal playboy, dia juga pernah dikabarkan menghamili seorang pelayan restoran dan membayar sejumlah uang agar perempuan tersebut tidak membuka jati dirinya di depan media. Dan belum lama ini publik pun menghujatnya lantaran dia menolak bertukar kaos dengan Kapten Kesebelasan Islandia, Gunnarsson, dalam pertandingan Portugal-Irlandia yang seri di Euro 2016. Entah kesal karena seri,atau merasa tak selevel. Namun hal ini makin memperkuat anggapan bahwa Ronaldo adalah lelaki alfa yang cukup angkuh.



Kita tidak pernah tahu apa yang ada di benak orang. Tapi banyak sekali cerita di mana orang-orang yang dulunya miskin kemudian membalas dendam saat dia kaya. Bukan balas dendam terhadap yang meremehkannya daat miskin, tetapi balas dendam terhadap nasib.


Orang yang dulunya kesulitan membeli makan, saat dia punya banyak uang, dia akan makan banyak. Yang tak pernah punya uang untuk membeli baju, saat kaya akan membeli baju yang banyak. Hal tersebut dilakukan untuk memuaskan dirinya sendiri. Begitupun mungkin yang terjadi pada Ronaldo. Mudah bagi dia untuk menghamburkan uang, untuk bersikap dingin terhadap orang lain, karena pada saat miskin, dia tak bisa berbuat hal tersebut. Dan yang terpenting adalah, dia mungkin tak memiliki kontrol diri saat melakukan hal-hal tersebut.


Manusia membutuhkan kontrol diri untuk tidak berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan orang lain. Bila manusia kehilangan kontrol tersebut, maka hilanglah pula segala pengetahuan dirinya tentang norma yang berlaku dalam masyarakat, dan hilang pula rasa tidak enak terhadap orang lain. Meskipun seringkali dianggap negatif, rasa tidak enak adalah salah satu faktor terbesar yang dapat memunculkan kontrol diri. Kontrol membuat kita mampu mengendalikan id kita. Id, yang oleh Sigmun Freud dikatakan sebagai naluri alamiah dan primitif yang sebetulnya dimiliki oleh manusia. Id, walaupun berguna sebagai sinyal bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan diri,tapi bila tak dikontrol dapat menjadikan kita manusia yang egois


Rasa sombong dan dendam terhadap keadaan ini tak hanya terjadi pada pemain bola idola banyak orang tersebut. Mungkin juga terjadi pada kamu, pada kebiasaanmu yang tak kamu sadari. Apakah ada manusia yang betul-betul berpikir jernih saat dirinya diliputi oleh dendam?

Sumber Foto: 
Berbagai Sumber

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe