Kematian, Kesadaran, dan Cyropreservation.

20.38


Ke mana kita sesudah mati?


Ada sebuah film tentang kesadaran yang cukup menggelitik kesadaran saya. Film tersebut berjudul Transcendence, dan bercerita tentang seorang ilmuwan yang memindahkan seluruh memori otaknya ke sebuah komputer sebelum dia mati. Nampaknya memang tidak mungkin ada komputer yang bisa menampung seluruh isi otak manusia: sebuah otak yang tak hanya mampu mengolah data yang ada di hadapannya, tetapi mampu mengimajinasikan sebuah data. Hanya manusia makhluk hidup yang mampu mengimajinasikan sesuatu secara canggih, mampu membuat konsep-konsep.


Tapi mau tidak mau, film itu membuat saya kembali bertanya-tanya: ke mana kita setelah mati? Apakah kesadaran akan hilang saat kita mati? Lalu ke mana perginya segala kenangan yang tersimpan dalam otak kita? Pertanyaan itu semakin terngiang di dalam otak saat saya melihat cerita atau berita tentang kematian. Dua hari lalu misalnya, saya melihat berita tentang kematian Muhammad Ali dan cerita tentang bagaimana manusia menghadapi kematian di National Geographic.


Di antara sekian cerita yang ada, cerita tentang Alcor adalah hal yang menurut saya paling menarik. Alcor sendiri adalah sebuah perusahaan di Arizona yang melabeli dirinya sebagai Life Extention Foundation, dan berkata bahwa mereka mungkin bisa menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Caranya? Ada dua paket yang bisa dipilih, yang pertama adalah pengawetan seluruh tubuh dengan biaya sekitar US$ 200.000, dan pengawetan otak dengan biaya sekitar US$ 80.000. Praktek ini mereka namanya cyropreservation, sebuah cara pengawetan di dalam tabung dengan menyemprotkan nitrogen cair usai dibedah dan melewati berbagai macam proses. Hampir serupa dengan pengawetan yang dilakukan terhadap Captain America.


Mereka memang tidak bisa menjamin bahwa proyek ini berhasil. Lagipula, belum ada yang hidup kembali setelah cyropreservation tersebut. Namun apabila bisa, mereka akan kembali sadar dan melihat dunia. Hanya saja, kemudian kita akan kembali bertanya: apakah kesadaran itu? Mengapa pihak Alcor menganggap kalau teknologi dapat mengembalikan kesadaran itu?


Apakah kesadaran manusia seperti halnya televisi yang menyala setelah dialiri listrik? Atau seperti sebuah ponsel yang menyala setelah bagian-bagiannya terpasang sempurna? Namun bila memang kesadaran hanya sekadar itu, mengapa kita mampu berimajinasi? Mengapa kita mampu bercita-cita? Mengapa kita selalu bisa memiliki gagasan? Dari mana datangnya segala kemampuan itu?


Entahlah, saya juga penasaran akan jadi apa kesadaran saya bila setelah mati, saya dibekukan, lalu dihidupkan kembali seperti halnya ponsel rekondisi.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe