Cinta Itu Masalah Kasta

21:18



Saya masih suka tertawa saat melihat sinetron dengan cerita pria kaya dan gaul ala Jakarta yang jatuh hati pada si gadis miskin dengan pergaulan sangat terbatas. Atau seorang tukang odong-odong yang "jadian" dengan bintang iklan. Pasalnya, hal tersebut sangatlah tidak mungkin terjadi.


Cinta itu bukan sekadar masalah hati. Cinta adalah sebuah proses hormonal dalam otak manusia yang melibatkan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah kecocokan. Dan kecocokan tak bisa dilepaskan dari masalah kasta sosial.


Ada seorang teman saya yang pernah naksir berat sama anak orang kaya. Anak orang kaya ini tidak hanya punya tabungan banyak. Tapi juga jaringan pertemanan yang tak kalah glamor, serta perusahaan dengan aset lumayan besar. Teman saya, yang pergaulannya biasa saja, yang kalau makan kadang utang di warteg karena waktu itu belum gajian, ya tidak mungkin bisa "nyambung" dengan orang tersebut. Saat mereka bicara, mereka akan membicarakan sesuatu dengan sudut pandang berbeda. Etos kerja pun pasti berbeda, mengingat si anak kaya tak perlu repot-repot mencari kerja, sementara itu teman saya mengandalkan Jobstreet untuk bisa mendapatkan pekerjaan.


Sama seperti saya yang juga tidak mungkin betah dengan lelaki yang liburannya berarti menyewa Yacht di Maldives, dan makan secara rutin di Naamaz Dining. Makna liburan bagi saya bisa jadi tidur di rumah, nongkrong di taman, toko buku, atau pulang kampung. Jelas tingkat kehidupannya beda. Kalau disatukan, pasti salah satu pihak akan bosan, dan satunya lagi sakit hati. Saya akan sakit hati dengan pria yang tidak terbiasa makan di Rumah Makan Padang atau Warteg. Pria kaya juga tidak terbiasa makan di tempat-tempat seperti itu. 


Hal ini akan lebih sulit bila posisinya dibalik. Katakanlah si pria sangat miskin sedangkan yang perempuan telah terbiasa hidup mewah. Yang perempuan menganggap bahwa uang satu juta adalah jumlah yang tidak berarti, bisa dihabiskan untuk sekali makan, sedangkan si pria menganggap bahwa uang sejumlah itu dapat digunakan untuk hidup selama dua minggu. Si pria tidak akan mungkin bisa menghidupi wanita tersebut. Dan pergaulan mereka pun sangatlah jauh berbeda.


Banyak di antara kita yang terbuai dengan cerita cinta antara pangeran dan gadis miskin. Dan menganggap bahwa kita bisa menjadi Cinderella bagi anak orang kaya di dunia nyata. Lagipula, Cinderella pun sebetulnya juga anak orang berada, hanya saja dia diperlakukan dengan tidak baik oleh ibu tirinya. 


Yah, cinta itu memang sesuatu yang universal. Semua orang punya cinta. Tapi cinta tidak akan bekerja saat di antara dua orang terdapat jurang kasta yang sangat jauh. Ketimbang mencari-cari pangeran tampan atau putri cantik untuk menjadi pendampingmu, lebih baik carilah yang setara denganmu. Karena seperti kata Bourdieu, "social class is the elementary social fact": kamu tidak akan mungkin bisa menjembatani kelas sosial dengan cinta. Bahkan defisini cinta antara kamu dan dia saja bisa berbeda kok, saat kalian berdua berasal dari kelas sosial yang berbeda.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe