Secangkir Kopi Bernama Jakarta

20.31


Jakarta tidak selalu manis. Tetapi, Jakarta juga tak selalu pahit. Semacam kopi bergula, di mana saat kamu teguk, manis dan pahit bersamaan kamu rasakan.



Hal inilah yang mungkin ingin disampaikan oleh Kelas Pagi Jakarta dalam Pameran Fotografi yang digelar di  Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki pada tanggal 25 – 29 Mei 2016. Jakarta adalah ibukota yang menarik banyak masyarakat untuk berkunjung, bahkan tinggal. Lantaran Jakarta dianggap sebagai tempat di mana segala hal berada, tempat gemerlap yang akan menjadikan impianmu seterang bintang. Saat kamu di Jakarta, kamu akan (merasa) lebih tahu banyak hal, lebih "gaul", kenal banyak selebriti, dan lebih kekinian. Seperti yang kamu lihat di layar kaca. Tapi bukan berarti semuanya mudah di Jakarta.



Jakarta bisa mengubahmu menjadi orang yang berbeda. Entah sesuatu yang dulu kamu inginkan, apa yang tidak kamu sangka. Pasalnya, ini kota yang keras. Ini kota yang sibuk hampir sepanjang waktu. Kota yang seringkali juga tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

Lalu, menjadi apakah kamu di Jakarta? Menjadi mereka yang ingin terkena guyuran gemerlap? Anak-anak muda serba tahu dan serba gaul? Menjadi masyarakat pengadu nasib yang bekerja tanpa melihat matahari?


Namun menjadi apapun, kamu pun akan menyadari, bahwa terlalu lama meneguk kopi bertajuk Jakarta akan membuatmu sadar bahwa ketenangan dan waktu adalah dua hal yang sangat berharga. Yang tak langka ditemukan di kampungmu yang kamu bilang tidak sekeren Jakarta.

Foto: dok.pribadi

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe