Sudahkah (Mengaku) Mematikan Lampu Jadikan Kamu Pahlawan Bumi?

23.20


Dalam La Distinction, Pierre Bourdieu pernah bilang, kalau selera tidaklah netral. (Dan saya bertanya apakah idealisme juga tidak netral?)

Selamat malam? Hari ini, berapa lama kalian mematikan lampu? 1 jam? 2 jam? Atau malah belum sama sekali? Nah, di Sabtu malam ini, sebagian besar dari kalian pasti mematikan lampu. As a part communal society, we love to follow the trend, for example, the Earth Hour campaign.

For the sake of Earth, it’s such a good campaign. Prosesnya mudah, bermanfaat, viral, dan nggak memakan waktu lama. Tapi bener deh, dampaknya cukup besar (seenggaknya kita bisa menghemat pasokan listrik, kan?). Dan dalam kegelapan Earth Hour itu, kita bisa merenung tentang apapun. Well, kegelapan memang selalu jadi teman baik untuk berpikir lebih dalam.

Masalahnya, banyak orang yang bikin Earth Hour jadi punya makna yang dangkal. Oke deh, kita tidak boleh meremehkan maksud baik orang. Tapi please, kamu mematikan lampu selama satu jam dan di sosial media kamu bertingkah seperti pahlawan yang bisa memperpanjang umur Bumi? Mengunggahnya di Instagram kamu sambil menuduh  mereka yang nggak mengikuti kampanye Earth Hour sebagai orang-orang yang nggak acuh terhadap Bumi? Nggak sayang lingkungan?

Oh gees. Youre not only too banal but also terribly shallow. Bertingkah seperti pahlawan, padahal apa yang kamu lakukan sangat nggak berprinsip.

Nah, buat kamu yang menuduh orang-orang yang nggak ikut Earth Hour sebagai perusak lingkungan, sekarang coba kamu ingat-ingat lagi deh keseharian kamu. Kamu pergi ke kantor naik apa? Pulang naik apa? Kalau kamu masih jawab kendaraan bermotor, then you better shut up your mouth. Terus, kamu pakai lampu berapa watt sebagai lampu tidur? Berapa jam sih, kamu pakai smartphone/laptop/televisi per hari? Kalau kamu nggak bisa lepas dari smartphone kamu, yah, lalu apa gunanya kamu koar-koar satu jam untuk menyelamatkan Bumi? Menghemat listrik?

Well, di sini sih, kami nggak bermaksud nyinyir dengan orang-orang yang ikut kampanye Earth Hour. Hanya saja, it won’t make you a superhero. Jangan bangga kalau ikut kampanye positif. Sekadar ikut-ikutan, semut dan rayap juga bisa. Dan agak heran juga sih, kenapa kebanyakan dari kita, bangga banget jadi bagian dari masyarakat komunal? Lantas menganggap orang yang nggak sama, yang nggak ikut serta, sebagai orang aneh yang pantas diisolasi? Oh my, youre kinda insane. Dan anyway, kalau kamu mau ikut Earth Hour lagi tahun depan, pastikan kamu melakukan itu for the shake of electricity and the earth ya. Caranya? Matikan media sosial kamu deh selama satu jam (terutama kalau kamu pakai media sosial itu buat pamer keikutsertaan kamu di Earth Hour dan menyindir orang yang nggak mau ikutan). Soalnya, kamu mengisi baterai ponsel kamu pake listrik, bukan? Dan tolong, jangan merasa hebat deh, kalau kontribusi kamu cuma mematikan listrik selama satu jam.

Sumber foto:worldwildlife.org

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe