Path yang Menghancurkan Proses Aktualisasi Diri

16.26


Dulu, sering sekali saya bertanya-tanya: mengapa orang-orang suka bermain Path? Bagi saya, Path tidak efektif untuk berjualan, untuk promosi tulisan dan lain sebagainya, karena keterbatasan penyebaran informasi. Kalau bukan teman, ya tidak akan tahu apa yang sedang terjadi di Path.

Untuk itu, jarang kita temui sista-sista olshop berjualan di Path. Juga teman yang kita kenal lalu saja. Hanya mereka yang betul-betul pernah berinteraksi dengan kita secara lekat sajalah yang ada di linimasa Path kita. Cukup pribadi untuk sebuah media sosial.

Pertanyaannya adalah, mengapa lantas banyak orang yang kelabakan saat Path begitu sulit diakses, karena masalah server? Untuk apa, toh "orang-orang terdekat di Path" itu, masih bisa diakses dengan media lain? Jalur pribadi, contohnya.
Permintaan maaf dari Path
Sebetulnya jawabannya mungkin satu: pengakuan.

Lagi-lagi memang pengakuan. Manusia memang butuh pengakuan untuk meneguhkan eksistensinya sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Ludwig Wittgenstein, pemikir keturuan Inggris-Austria yang semasa hidupnya dikenal dengan berbagai pemikirannya di bidang filsafat matematika dan logika: knowledge is in the end based on acknowledgement. Ilmu pada akhirnya berujung pada pengakuan. Pengakuan bahwa kita berilmu, pengakuan bahwa kita tahu banyak. Bagaimana cara mendapatkan pengakuan itu? Tentunya Path merupakan salah satu jawabannya.

Lucunya, manusia justru cenderung menginginkan pengakuan dari lingkungannya, tempat di mana dia berkisar, berada sehari-hari. Untuk itu mereka suka memamerkan diri dan segala hal yang berhubungan dengan mereka di Path, yang diisi oleh orang-orang yang mereka kenal.

Tempat di mana orang-orang yang mereka kenal pun senang memamerkan hal-hal yang mereka miliki. Tempat di mana orang bisa bersaing untuk saling memamerkan kebahagiaan yang mereka miliki. Tempat di mana kita bisa merasa bangga saat mengetahui bahwa orang-orang melihat apa yang ingin kita perlihatkan. Dan ketika kita bertatap muka secara langsung dengan mereka di dunia nyata, kita merasa puas karena berpikir bahwa mereka tahu kalau kita punya banyak hal yang menarik.
Ilustrasi protes Path
Yah, begitulah. Karena aktualisasi diri versi masa kini bisa disinonimkan dengan kata "pamer".

(usai artikel ini ditulis, Path sudah kembali normal dan para manusia pun kembali berbagi [atau saling pamer?] pengetahuan)

Foto: Berbagai sumber

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe