Saya Selfie Maka Saya Ada

21:34


I selfie therefore i am

Kalau Rene Descartes pernah bilang bahwa "saya berpikir maka saya ada" (je pense donc je suis), maka mungkin ungkapan yang cocok untuk menggambarkan manusia masa kini adalah "saya selfie maka saya ada"


Tapi ini bukan berarti orang yang suka selfie tidak berpikir. Mereka berpikir kok, tapi ya saat selfie, yang dipikirkan mungkin perkara "Gimana ya biar gue terlihat cantik di depan banyak orang, seenggaknya sih di sosmed"

Fenomena selfie ini banyak ditemui di foto-foto liburan. Maklum, selain refreshing, liburan jaman sekarang juga harus menegaskan eksistensi manusia. Eksistensi mereka sebagai manusia yang bahagia dan bisa pergi ke suatu tempat.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan aktivitas selfie. Manusia jelas merupakan makhluk yang butuh pengakuan, karena kita adalah makhluk sosial (terlepas dari apa yang dikatakan oleh Jean-Paul Sartre tentang manusia sebagai makhluk yang berkehendak dan memiliki kebebasan). Selfie pun merupakan salah satu bentuk kebutuhan manusia akan pengakuan. Sayangnya, agak berlebihan ketika manusia kecanduan selfie, bahkan saat liburan.

Liburan, yang seharusnya dapat dinikmati dengan lebih menjadi diri sendiri, lebih bebas, karena kita berada di tempat yang (biasanya) asing, justru menjadi beban tambahan, karena kita harus tampil lebih menarik, atau mencari tempat cantik untuk memaksimalkan latar selfie kita.  Kalau sudah begitu, kita tidak akan lagi memikirkan kesenangan liburan: kita akan berfokus, lagi-lagi, pada barang-barang kita. Baik itu kamera, maupun ponsel. Dan kita akan banyak kehilangan momen-momen kecil yang manis dan berharga.
Seperti indahnya lalu lalang orang-orang asing

Debur ombak yang menepis tepian pantai

Nuansa kafe yang teduh

Indahnya aliran sungai

Kelap-kelip instalasi lampu di tengah dinginnya salju

Dan sebagainya.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe