Mengapa Ada yang Melacur di Antara Kita?

12.40



Kita suka membagi makhluk menjadi tiga jenis: manusia, hewan, dan tumbuhan. Tidak banyak yang menyadari bahwa manusia adalah hewan. Ya, kita adalah hewan dengan kecerdasan tinggi. Tapi bagaimanapun, kita adalah hewan. Maka tak mengherankan kalau ada beberapa perilaku hewan yang mirip dengan kita. Salah satunya adalah melacur.

Iya, hewan juga melacur. Jangan kira melacur adalah murni kegiatan hasil "inovasi" manusia. Hewan pun melakukannya.

Hal tersebut ditunjukkan dalam pengamatan yang dilakukan oleh Fiona Hunter, seorang peneliti dari University of Cambridge, dan Lloyd Davis dari University of Otago pada tahun 1998. Keduanya telah melakukan observasi kepada penguin di Antartika. Selama lima tahun. Dari observasi tersebut, mereka mendapati bahwa beberapa penguin betina melacurkan diri untuk mendapatkan pebble (batu-batuan yang digunakan sebagai bahan pembuat sarang), saat musim kawin, agar dapat mengerami telur-telur.

Mendapatkan pebble tidaklah terlalu mudah. Batuan yang dekat, biasanya sudah ada pemiliknya, yakni jantan penjaga sarang. Jadi, daripada berjalan jauh untuk mendapatkan batu-batuan yang belum ada pemiliknya, lebih baik meminta kepada jantan yang ada di dekat sana. Dan memintanya jelas bukan sekadar meminta. Namun dengan imbalan hubungan seks.
Tidak semua penguin betina melakukan hal tersebut. Biasanya, betina yang merasa malaslah yang kemudian merayu pejantan penjaga sarang pebble, dan pejantan "hidung belang" yang kemudian menerima hal tersebut.

Maka, sekeras apapun usaha pemerintah untuk menutup lokalisasi, seperti Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang sedang fokus memberantas prostitusi di Kalijodo, dan menjadikan Alexis sebagai target selanjutnya, sebetulnya tak akan pernah bisa menghilangkan prostitusi. Bahkan, penutupan tanpa adanya tindakan lebih lanjut, malah justru akan membuat prostitusi menyebar secara diam-diam di tengah masyarakat, layaknya virus. Pada dasarnya, para pekerja seks komersial tak sekadar membutuhkan pelatihan saja, tetapi juga pendidikan mental.

Pendidikan mental yang membuat mereka sadar, bahwa ada banyak pekerjaan di dunia ini, yang bila digeluti dengan niat sungguh-sungguh, akan menghasilkan uang. Meskipun mungkin tak semudah dan seinstan prostitusi. Pelatihan keterampilan hanya mengajarkan mereka kemampuan tertentu saja. Tetapi bila mentalnya mental instan, ya sama saja pada akhirnya. Mereka akan melakukan hal instan untuk mendapatkan yang mereka mau, seperti kasus penguin tersebut.


Karena dalam kasus penguin, hanya penguin betina yang malas saja kan, yang menjual diri?

Foto: Lukisan Henri de Toulouse-Loutrec "Les Deux Amies"

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe