Kenapa Kalian Belum Dapat Kerja?

14.17



Gembirakah kalian saat mengenakan toga? Dalam satu hari perayaan wisuda, mungkin kalian adalah orang paling bahagia di dunia. Tapi esok hari, dua hari lagi, seminggu lagi, belum tentu. Karena kalian akan dihantui dengan yang namanya proses mencari kerja.


Mungkin waktu masuk kuliah dulu, kalian pikir mencari kerja tidaklah sesulit lulus dan menyelesaikan skripsi. Kerjaan kan, ada di mana saja. Apalagi kalau kalian lulusan universitas ternama. Nyatanya, mencari kerja memang susah. Terlebih bila kalian banyak mau.

Beberapa teman saya, harus menganggur beberapa bulan karena tak kunjung mendapatkan kerja. Padahal, dia sudah menurunkan standar dan tidak berekspektasi berlebihan. Secara akademis dan wajah pun, dia tergolong di atas rata-rata. Lalu apa yang membuat dia dan ribuan lulusan yang bernasib sama, sulit untuk mendapatkan pekerjaan?


1. Tidak tahu apa keinginan dirinya

Betul apa yang dikatakan Thales of Miletus, salah satu tokoh Yunani kuno: mengenal diri sendiri bukanlah hal yang mudah.

Mungkin kamu tahu siapa nama kamu, nama orangtua kamu, kebiasaan baik dan burukmu. Tapi belum tentu kamu tahu betul apa yang kamu mau. Kamu belum tentu tahu sebenarnya kamu ingin menjadi apa. Bahkan mungkin kamu tidak tahu, mengapa kamu mengambil jurusan tertentu saat kuliah. Ini wajar. Apalagi dalam krisis usia 20-an, di mana kamu merwsa tak bisa yakin dengan dirimu sendiri.

Tapi memang langkah pertama yang harus dilakukan, ya mengenal diri sendiri. Percuma melamar ke banyak perusahaan, memiliki berbagai kemampuan, kalau kalian sendiri tidak tahu apa yang ingin kalian lakukan dalam pekerjaan? Apa yang akan kalian jawab saat HRD bertanya: bagaimana rencanamu 5 tahun ke depan?


2. Belum berusaha keras

Banyak yang merasa bahwa mereka sudah berusaha keras untuk mencari pekerjaan. Tapi terkadang, perkembangan jaman membuat orang jadi malas. Sekadar mengirim e-mail atau mengeklik pekerjaan di situs pencarian kerja bukanlah usaha yang keras.

Selain mengirimkan surel, cobalah untuk mengirimkan dengan pos, atau datang langsung ke kantor. They will notice you more.

Oh ya, selain itu, mengasah kemampuan juga merupakan salah satu usaha keras, lho.


3. Banyak bicara, kurang berbuat

Ini mungkin banal. Tapi sekadar berteori tentang masa depan tanpa mengambil sedikitpun langkah, adalah hal yang sia-sia. Mungkin kamu punya banyak ide bagus, tapi kalau implementasinya dalam hidup nol besar, ya percuma. Misalnya nih, kamu ingin membuat perubahan buat negara kamu, ingin jadi ini jadi itu, tapi kalau pada prakteknya kamu hanya gegoleran 24 jam di kasur sambil mengenang masa wisuda, mungkin akan lebih baik kalau kamu berharap ada orang kaya yang meminang kamu.


4. Tidak mau menderita

Memang sih, tidak ada orang yang mau menderita. Tapi mungkin kalian harus menderita dulu sebelum mencapai apa yang kalian mau. Misalnya, kalian mau dapat kerja. Namun kalian malas untuk mencari kerja, untuk pergi ke job fair, atau bertanya tentang peluang kerja misalnya. Alasannya, karena capek. Bukankah tidak ada ya, kesenangan yang lahir dengan cara mudah? Kecuali kalau kalian menang lotre.


5. Fobia perubahan

Di dunia ini banyak orang yang terlalu idealis dan kaku. Misalnya nih, seorang penulis yang menganggap bahwa e-book hanya merusak esensi penulisan. Sayangnya, segala hal berkembang dengan cepat. Kalau kamu menolak perubahan dan tidak suka dengan hal-hal yang dinamis, ya wajar saja kalau kamu sulit mendapatkan pekerjaan. Soalnya, tidak ada perusahaan yang tidak mau maju dan mengikuti perkembangan jaman.

Foto: berbagai sumber

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe