Kegagalan Fetisisme Ford

21:11



Sebetulnya, tanpa mobil dan motor, kita bisa hidup dengan layak. Apalagi pada saat ini,dengan keragaman jasa transportasi Namun banyak orang yang berusaha keras untuk memiliki motor dan mobil. Kalau alasannya adalah usaha, kesehatan, atau mobilitas, tak mengapa. Sayangnya banyak yang ingin memiliki kendaraan sebagai sebuah simbol kalau mereka mampu.

Di sinilah kemudian timbul yang sebuah hal yang dinamakan fetisisme. Fetisisme merupakan aliran pemujaan, dalam hal ini sebuah barang. Berakal dari pemikiran Karl Marx, fetisisme mengacu pada dominasi ekonomi. Tentunya yang dilakukan pemilik modal.

Para pemilik modal membuat masyarakat membutuhkan sesuatu yang semu. Contohnya? Ya kendaraan bermotor adalah salah satunya. Dalam konteks di mana masyarakat membutuhkan kendaraan karena prestige. Tapi tidak semua masyarakat yang "butuh" itu punya uang yang cukup untuk membeli kendaraan.

Di situlah otomotif Asia menjaring pasar di Indonesia. Perusahaan.otomotif Asia, Jepang misalnya, memproduksi otomotif dengan harga yang lebih murah ketimbang Eropa dan Amerika. Dan Ford, yang berasal dari Amerika, pada akhirnya gagal memenuhi fetisisme tersebut, dan memutuskan untuk menutup semua dealer, dan menghentikan segala bentuk penjualan di Indonesia (dan juga Jepang, tapi itu karena Jepang punya usaha otomotif yang besar). Ford mungkin punya prestige yang lebih besar, tetapi masyarakat tidak punya cukup uang. Lagipula, Ford tidak punya pabrik di Indonesia. Kalau dipikir lagi, untuk apa punya pabrik saat permintaan tidak banyak?

Dan saat pabrik Ford tutup, maka tentu saja akan banyak pekerja yang kehilangan mata pencaharian. Tidak salah sebetulnya. Para pekerja itu toh tidak pernah punya pikiran bahwa suatu saat Ford akan tutup. Dan Ford pun jelas memiliki hak untuk memutuskan hubungan kerja saat mereka tidak lagi berada di Indonesia. This is company, not an orphanage. Tapi kalau Karl Marx bangun dari kuburnya, mungkin dia akan bilang kalau dalam kapitalisme, kaum buruh dan pekerja akan selalu tertindas...

Sumbet foto: www.ford.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe