Bandar Udara Terindah di Dunia

09.41



Tulisan ini tidak bertujuan untuk memberi peringkat kepada beberapa bandar udara terindah di dunia (seperti artikel dengan judul serupa). Pasalnya, peringkat hanyalah sesuatu yang dibuat manusia, untuk menjadikan sesuatu yang subyektif menjadi obyektif.

Kita tahu betul fungsi bandar udara: tempat untuk bepergian. Meski berhubungan dengan liburan, bandar udara bukan tempat berlibur. Namun mengapa banyak bandar udara yang seolah berlomba-lomba, bersolek untuk menjadi yang terbaik? Seperti Bandar Udara Internasional Dubai, yang tak ubahnya sebuah mall yang mewah.






Alasannya mungkin singkat: meski tidak dijadikan tujuan vakansi, bandar udara adalah pelepas dan penyambut bagi mereka yang ingin berlibur. Seolah bandar udara adalah "duta" yang akan mengucapkan selamat datang dan selamat tinggal bagi masyarakat yang berlibur. Bila sebuah bandara buruk, maka turut buruklah citra dari tempat yang bersangkutan. Mungkin juga, bisa menurunkan suasana hati para turis.
Kalau boleh jujur, bandar udara juga mempengaruhi suasana hati saya dalam berlibur. Saya pernah pergi ke suatu tempat, bandar udaranya besar, tapi nuansanya seperti pabrik. Pada saat kedatangan, saya merasa jengah. Belum lagi perasaan lelah karena jetlag dan menunggu bagasi. Hal tersebut mungkin agak terhapus saat saya menikmati suasana kota. Tetapi saat pulang, saya kembali jengah untuk kedua kalinya. Dan itu jelas bukan perasaan yang baik. Terlebih saya harus menunggu pesawat datang. Rasanya kesenangan dari liburan tiga hari itu jadi agak berkurang.

Berbeda dengan ketika saya mendarat di Bandar Udara Internasional Dubai. Saya merasa senang. Sepertinya petualangan liburan sudah dimulai dari sana. Nuansanya begitu menggambarkan Dubai sebagai salah satu kota modern di Timur Tengah, dengan berbagai butik ternama, deretan parfum-parfum tersohor, juga berbagai cemilan menarik semacam coklat dan arsitektur yang begitu futuristik. Langit-langit tinggi, tempat menunggu yang sejuk, lantai-lantai yang megah berlapis, semacam dibawa pada sebuah dunia di masa depan, yang biasa kita lihat di film-film sci-fi masa kecil. Beberapa kali pun saya berpikir, mungkin saya mau tinggal di sini.

Tak hanya suasana. Banyak pertokoan di bandar udara yang menjual oleh-oleh khas daerah setempat. Maka bertambahlah fungsi bandara menjadi semacam tujuan cadangan untuk membeli oleh-oleh. Harganya jelas lebih mahal. Tetapi ada beberapa orang yang merasa malas, atau tidak punya waktu untuk mencari toko oleh-oleh di kota. Jadilah bandara menjadi destinasi penjualan oleh-oleh yang strategis.



Maka, pemolesan bandar udara menjadi sesuatu yang anggun, tidaklah berlebihan. Bandar udara adalah duta, dia adalah gerbang masuk sebuah daerah. Ibarat manusia, dia adalah wajah yang dapat membuat kita jatuh cinta pada pandangan pertama. Untuk kemudian tertarik menyelami daerah tersebut lebih jauh lagi.

Foto: berbagai sumber

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe