Aroma Kanak

21:07



Hidungku merekam kenangan tentangmu. Aromamu.

Aromamu kanak. Kubeli bedak bayi dan sabun mandi untuk menjejalkannya di setiap tubuhku.di setiap sudut bulu kudukku. Kiranya kita bersama bila aromaku adalah aromamu?

Pada suatu waktu, aku memeluk adikku. Kenangan dan hidungku terkenang masa lalu: aromamu. Bedak tabur tanpa bahan kimia. Sabun putih tak pedih di mata. Mengapa aromamu begi tu kanak sedangkan kau cukup dewasa untuk singgah dan pergi begitu saja?

Mengapa waktu tak membuatmu jadi seutuhnya kanak lalu akan kujejalkan botol susu di bibirmu yang haus terus mengecap, tertidur lelap separuh hari, sementara itu aku rangkul kau penuh mesra berbantal lengan, berkaos kaki bulat, tidur yang panjang, sayang, hari hampir petang dan cinta belum matang. Dalam buaian. Buaian bunda, belaian malam. Lalu televisi putarkan animasi kanak, permainan ceria penuh warna.

Aku merindukan aromamu dan rinduku mengucur seperti bedak bayi  yang tadi siang kutaburkan di kulit adikku. Rinduku tiada hilang tiada lesap oleh angin dan hari, tiada batas dua puluh empat jam seperti aroma yang dijajakan di toko-toko. Aku ingin pikiranku kanak seperti aromamu, aku ingin kita kanak bersama. Aku ingin kita tak tahu apa arti cinta, lalu memutuskan saja untuk terus bersama karena itu menyenangkan.

Ah, aroma kanakmu, mengapa tersisa saja aroma, sementara kau begitu dewasa untuk melupa?

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe