Antara Menulis, Imajinasi, dan Travelling

12.10



The use of traveling is to regulate imagination with reality, and instead of thinking of how things may be, see them as they are.” – Samuel Johnson

Penulis yang baik, sebetulnya tidak perlu untuk betul-betul pergi ke suatu tempat hanya untuk dapat mendeskripsikan tempat tersebut ke dalam ceritanya. Ya tentu saja, penulis yang baik punya imajinasi tinggi. Misalnya saja, penulis yang ingin menjadikan Rusia sebagai latarnya, tidak perlu betul-betul pergi ke sana. Cukup riset yang dalam dan tepat saja.

Tetapi, penulis yang baik akan bisa menulis dengan lebih baik, kalau dia pernah berwisata ke tempat yang dia jadikan latar. Misalkan imajinasi adalah sketsa yang dibuat dengan pensil, maka wisata adalah spidol/bolpoin/cat yang membuatnya jadi tebal. Wisata akan membuatnya semakin mendalami hal-hal yang dia bayangkan, dan membuatnya dapat menuliskan catatan suasana yang lebih matang.

Karena, seperti yang dikatakan oleh Samuel Johnson, seorang penyair abad ke-18 asal Inggris yang pernah menuliskan catatan perjalanannya di Skotlandia, bahwa travelling, atau wisata adalah cara untuk menyeimbangkan kenyataan dan imajinasi, di mana kita tak sekadar menerka-nerka wajah dari sebuah tempat beserta sepaket suasananya, tetapi melihat keadaan yang sebenarnya. As they are.







You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe