Wisata Kota Besar Menarik, Mengapa?

16.28



Banyak orang yang melarikan diri dari kota besar tempatnya tinggal, yang katanya memuakkan, yang menjenuhkan, dan yang bising, untuk kemudian berlibur ke kota lain yang tak kalah padat. Misalnya, ke Singapura


Kuala Lumpur


Melbourne


Paris


Atau New York


Lalu untuk apa, kalau hanya untuk menikmati keramaian yang sama? Mengapa bukan pantai? Mengapa bukan gunung?

Orang-orang yang tinggal di kota besar, biasanya memiliki semacam sindrom Stockholm dengan kota tersebut. Misalnya Jakarta. Banyak yang mengeluh hidup di Jakarta. Namun mereka akam bosan saat sudah tidak melakukan rutinitas seperti di Jakarta. Atau hidup di tempat yang sunyi. Rasanya seperti terasing.

Dan pada saat liburan, banyak orang yang tidak ingin merasakan sunyi. Mereka hanya ingin menjadi orang asing di suatu tempat yang sama ramainya, melihat kesibukan orang sementara mereka sendiri tidak sibuk. (Meskipun memang, banyak orang yang memutuskan untuk berlibur dalam kesunyian, ke tempat-tenpat sepi, karena ingin merasakan ketenangan utuh. Tapi bukan itu yang ingin kita bahas).

Ada perasaan bahagia saat kita bisa bersantai di sebuah tempat yang ramai, dan melihat orang mengerjakan kesibukan. Ada perasaan puas saat kita berpikir bahwa kita tidak berada dalam posisi yang sulit itu. Dan ada perasaan bahagia saat kita bisa menikmati kemewahan sebuah kota tanpa berpikir bahwa "besok harus bangun pagi" atau "pekerjaan belum selesai"

Maka, bagi beberapa orang, liburan bukan masalah lari dari kesibukan. Liburan, adalah tetap berada dalam kesibukan, tapi tidak menjadi bagian dari kesibukan itu. Semacam outsider?


Sumber foto: Pinterest & weknowyourdream.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe