Tentang Ibu dan Teman

10.12



Ada banyak orang yang merasa lebih nyaman ketika bersama kawan-kawannya, ketimbang bersama ibunya sendiri. Ya, banyak. Alasannya bermacam-macam. Salah satu yang paling sering terdengar adalah "Temen nggak rese, nggak ngelarang ini itu.."

Wajar memang. Karena ada perbedaan umur yang jauh antara kita dan Ibu kita. Tentunya itu berpengaruh pada perbedaan pola pikir antara kita dan Ibu. Beberapa hal yang kita anggap wajar, akan dianggap kurang sopan oleh Ibu kita. Dan beberapa hal yang menurut Ibu seharusnya dilakukan, kita anggap sebagai sesuatu yang rumit. Why mom is always complicated, unlike our friends? Seolah teman kita lebih bisa menerima kita apa adanya.

Namun sebetulnya, ada satu hal yang kita lupakan. Bahwa semakin kita sayang pada seseorang, semakin besar pula kekhawatiran kita padanya. Teman-teman kita seolah membebaskan kita untuk jadi apa saja, jadi buruk sekalipun, karena kepeduliannya tidak besar.

Teman dekatpun, relasinya bersifat mutualisme, ya kalo lo bikin gue untung, bikin gue seneng, ya terserah lo mau jadi apa aja. Tapi hal itu tidak berlaku untuk seorang Ibu. Ibu, tidak akan peduli apakah kita membawa untung atau tidak untuknya. Dia hanya ingin kita menjadi sesosok orang yang baik. Baik di sini, tentunya definisinya berbeda-beda, yang jelas, itu semua bersifat positif.

Maka, benar adanya sebuah kalimat dalam salah satu episode American Dad: seorang anak bisa memiliki banyak teman, tapi dia hanya bisa punya satu ayah. Orangtua memang seringkali menyebalkan di mata kita. Tapi hal itu terjadi karena mereka ingin yang terbaik untuk kita. Dan tentunya, tak banyak orang yang bisa berbuat tulus semacam itu. Untuk itu, mengapa kita tidak dapat menghargai keberadaan Ibu yang tulus? Mungkin kita sering kesal dengan nasehat Ibu, yang pahit ditelan oleh telinga kita. Namun bukankah setiap obat yang pahit selalu memiliki khasiat yang baik?

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe