Perempuan dan Penjualan Tubuh

13:28



Bisakah mati rasa saat menjual tubuh?

Jawabannya mungkin bisa. Dan tentunya, tulisan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan mereka yang memilih untuk menjual tubuh, meskipun kita semua tahu pandangan manusia tentang hal tersebut.

Ketika bersetubuh, semestinya jelas pikiran ikut bermain di sana. Jadi sulit untuk bisa bersetubuh dengan semua orang tanpa terkecuali. Hanya saja, banyak orang yang dapat melakukan hal ini dan menjadikannya sebagai salah satu profesi, bahkan? Dan tidak hanya mereka yang secara terang-terangan menjajakan diri di tempat tertentu. Bahkan orang-orang yang kita anggap sebagai selebriti terkenal pun juga disinyalir melakukan hal tersebut. Tentunya, masih hangat bukan dalam ingatan kita, kasus penangkapan dua selebriti berinisial NM dan PR, di sebuah hotel bintang lima, atas kasus prostitusi?

Apa yang sebetulnya ada di dalam pikiran mereka, hingga bisa secara rutin menjajakan diri kepada orang-orang yang tidak mereka kenal?

Yang pertama, pastilah uang. Ini sudah bukan rahasia lagi. Banyak orang yang rela bersetubuh dengan orang asing karena iming-iming uang. Tapi apakah yang ada di benak mereka saat proses menjajakan tubuh tersebut? Bagaimana bila mereka menjajakan tubuh dengan seseorang yang istilahnya, bukan tipe mereka? Tidakkah mereka merasa diperkosa?

Ada kalanya, barangkali, mereka mengubah pola pikir mereka. Dari semula seks yang berlandaskan cinta, rasa eros kepada lawan jenis, menjadi seks sebagai sesuatu yang sekadar berguna untuk membangkitkan nafsu. Tidak hanya "pelanggan" saja yang menjadikan tubuh para pelaku prostitusi sebagai obyek. Mereka sendiri pun juga. Mereka menjadikan tubuh sebagai obyek dan mendapatkan "kesenangan" saat pelanggan merasa nafsu atas tubuh mereka. Semacam eksibisionis? Tentunya hal tersebut ada, hingga seks tak lagi didasarkan pada eros terhadap lawan jenis.

Pelaku eksibisionis memamerkan tubuhnya pada orang lain, karena "pikiran kotor" orang lain kepada mereka membangkitkan nafsu mereka sendiri. Membuat mereka merasa diinginkan dan berharga. Ada kalanya mereka tak segan melakukan hubungan seks dengan orang tak dikenal, yang menyukai tubuh mereka.

Namun selain uang dan perasaan eksibisionis ini, ada pula alasan lain: perasaan senang bisa bersetubuh dengan orang-orang berkelas tinggi. Banyak orang yang terobsesi dengan lelaki mapan dengan kedudukan tinggi di masyarakat. Meskipun tak dapat menjadi pasangan mereka, bisa bersetubuh dan menikmati uang mereka pun rasanya cukup, bagi sebagian perempuan. Dan kita tahu dua selebriti yang belum lama ditangkap, hanya menyasar pelanggan kelas kakap.

Tapi juga ada alasan lain yang sebetulnya logis: hiperseks. Seks bagi mereka adalah alat menuju kesenangan yang harus dikonsumsi setiap waktu. Seperti kalau kita makan makanan kesukaan kita. Atau hobi bermain video game. Ditambah lagi ada bonus rupiah di dalamnya. Jadilah mungkin mereka berpikir, kalau pekerjaan sebagai pekerja seks komersial ini sangat menguntungkan. Tak hanya memuaskan hasrat, tapi juga kantong.


Hanya saja, siapkah mereka menerima cercaan masyarakat? Sepertinya tidak.

Sumber foto: patreon.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe