Mengapa Mengalah?

22.17



Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan dengan kasus foto mesra antara Angel Karamoy dan Pasha "Ungu". Heboh, karena keduanya sudah menikah. Tentu saja. Di mana-mana, perselingkuhan adalah sebuah hal yang menjijikkan, yang rendah, dan tak bisa ditolerir masyarakat. Terlebih setelah terikat institusi pernikahan. Walaupun kita semua tahu kalau selebriti rentan dengan perselingkuhan (bukan mau berkomentar banal, hanya saja mesti diakui kalau jarak antara pria dan wanita dalam profesi selebriti sangatlah tipis), tapi karena media berkali-kali memberitahukan hal tersebut, dalam jangka waktu yang agak lama, skandal itu akan terus dibahas oleh masyarakat.


Namun selain perselingkuhan itu sendiri, ada satu hal yang menjadi buah bibir masyarakat: perilaku istri Pasha yang pasif. Bukannya apa-apa. Memang sih kita tidak tahu apa yang terjadi di dal sebuah rumah tangga. Mungkin Adelia, istri Pasha sudah melampiaskan kemarahannya tanpa kita ketahui. Mungkin juga perilaku pasif itu dilakukannya untuk melindungi kehamilannya yang hampir menginjak Sembilan bulan. There will always be another side of a story. Tapi sebagai perempuan, rasanya memang gemas melihat hal tersebut. Why on earth happens to you so you still can say that you love a jerk?


Semudah itu memang bagi kita untuk berkata, “Cerai aja, daripada hidup bareng orang brengsek”. Ya, memang semudah itu. Tapi keadaan tidak akan menjadi mudah saat kita mengalaminya sendiri. Kalian bisa menjuluki semua perempuan yang memutuskan untuk mempertahankan rumah tangga yang buruk dengan sebutan pengecut lah, tidak mandiri lah, atau masokis yang hobi menyakiti diri sendiri. Hanya saja, semua orang memiliki pertimbangan dan prioritasnya masing-masing. Ada yang memprioritaskan karir. Ada yang memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri. Ada juga yang memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri dengan cara yang berbeda, misalnya, lewat anak-anak. Dan bukan hal yang bodoh juga blla ada seorang perempuan yang berkata; yang penting anak-anak senang. Karena saat kita beranjak dewasa, definisi kebahagiaan bukanlah sekadar tentang kita saja, tetapi juga tentang orang lain.


Dan juga, kalau alasannya adalah masalah finansial, sebetulnya hal yang wajar. Bukan karena materialistis atau bodoh, tidak sama sekali. Setiap perempuan punya pilihan, apakah ingin menjadi full-time mother, ataukah ingin menjadi part-time worker, part-time mother. Kalaupun ada yang pada akhirnya terpaksa memutuskan untuk terus bersama dengan sang suami, hanya karena masalah finansial, itu juga bukan hal yang aneh. Walaupun memang kalau saya di posisi dia, saya akan melakukan hal yang berbeda, mungkin mencari pekerjaan apapun itu bentuknya. Tapi wajar, jika perempuan merasa ketakutan dengan masalah finansial, dan itu bukan karena dia materialistis, tetapi realistis.


Dan kembali pada kasus istri Pasha, bukankah kita sebetulnya tak betul-betul paham dengan apa yang dialami olehnya?


Foto: drawingsomeone.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe