Energi Itu Kekal, Tapi Harus Dihemat

19:56




Sering kita mendengar nasehat tentang penghematan energi. Padahal, kita tahu, energi bersifat kekal. Lantas, mengapa harus dihemat kalau memang kekal? Bukannya sesuatu yang kekal, tidak akan pernah hilang ya, apapun caranya?

Alam semesta ini bersifat tertutup. Dan tentunya kita tahu kalau betul tertutup, tidak ada yang ditambah dan dikurangi. Maka dari itu, energi tidak akan habis, tapi terkonversi. Misalnya, kalau kita menggerakkan turbin (energi potensial/gerak) , maka munculah energi listrik. Dan sebagainya. Lalu kita akan berpikir, jangan-jangan kampanye penghematan energi adalah kampanye bohong dan tidak berdasar?

Nah, hukum kekekalan energi memang benar adanya. Tapi dalam fisika, ada pula hukum lain terkait energi: hukum termodinamika kedua. Sementara Hukum Termodinamika I menyatakan bahwa energi dapat berubah bentuk, Hukum Termodinamika II memberi batasan atas perubahan tersebut. Dalam Hukum Termodinamika II, disebutkan bahwa “Panas mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu lebih rendah, dan panas tidak dapat mengalir secara spontan dari benda bersuhu rendah menuju benda bersuhu tinggi”. Sementara itu, aplikasi Hukum Termodinamika II pada mesin Carnot berbunyi seperti ini: tidak mungkin mesin kalor yang cara kerjanya menyerap kalor dari reservoir bersuhu tinggi dapat mengubah semua kalor menjadi usaha”

Jadi, tidak semua energi dapat berubah begitu saja, meskipun energi-energi tersebut tetap ada. Contohnya saat kita menggunakan kendaraan. Energi kimia (BBM), diubah menjadi energi kinetik (kendaraan yang bergerak), energi bunyi (klakson), energi panas (panas dari mesin mobil), dan sebagainya. Namun ada pula energi yang terbuang dan tidak dapat digunakan lagi Nah, mengapa bisa terbentuk energi tak berguna?

Hal ini disebut dengan proses irreversible, atau proses tak terbalikan. Salah satu contoh dari proses tak terbalikkan adalah ketika gelas pecah. Gelas yang pecah tak bisa dikembalikan pada keadaan semula. Nah, dalam proses irreversible ini, sistem dan lingkungan bergerak menuju ketidakteraturan, yang dalam termodinamika dinamakan entropi, dengan rumus sebagai berikut:


Untuk itu, dalam setiap proses, selalu ada energi yang tak bisa digunakan lagi karena telah bergerak menuju ketidakteraturan, sehingga penghematan energi yang dapat digunakan pun sangat diperlukan.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe