Bisakah Kondom Menghindari Cinta?

21.09



Use condom for a safe sex.
Kita sering mendengar tagline itu. Seolah-olah, kondom juga jadi jalan keluar untuk segala urusan yang berhubungan dengan kelamin . Termasuk soal hati.

Sulit memang memisahkan hati dan kelamin. Pasalnya, tidak semua orang dapat melakukan seks tanpa cinta. Tanpa attachment berlebihan. Only for daily basis, like consuming vitamin, tanpa adanya hormon yang memaksa kita untuk tetap tinggal bersama partner seksual kita. Dalam hal ini, masihkah kondom menjadi satu-satunya solusi? Apakah bisa kondom mencegah cinta untuk mengalir saat hubungan seksual berlangsung?

Pasti sering sih, kita mendengar berbagai aktivitas seksual yang ajaib. Seperti misalnya swinger (bertukar pasangan), friends with benefit, dan juga semacam one-night stand. Dalam aktivitas-aktivitas semacam itu, kondom punya fungsi besar. Because you don`t want to make a child or get HIV AIDS from strangers.

Tapi berapa persen, ya, orang yang bisa menerima aktivitas seksual semacam itu? Terlebih perempuan. Agak berbeda dengan kebanyakan lelaki (kebanyakan, bukan seluruhnya), sulit bagi perempuan untuk melepaskan rasa lain selain nafsu erotis saat berhubungan seksual. Kalaupun bisa, well, berapa lama? Itu juga yang menjadi alasan mengapa banyak PSK berjenis kelamin perempuan: tidak semua perempuan bisa bercinta dengan orang asing

Jadi, harus bagaimana?

Semuanya kemudian kembali kepada diri sendiri. Apa makna hubungan seksual menurut kita? Apakah sekadar pemuas dahaga seperti saat lapar-lalu-makan, atau itu adalah ekspresi dari rasa cinta kita? Apakah jangka waktu lama, atau sebentar? Yang jelas, selalu ada konsekuensi besar pada hal-hal instan. Seperti mie instan, misalnya, menyebabkan banyak penyakit dalam jangka waktu lama. Seks instan, mungkin penyakit hati. Mati rasa misalnya, sebagai seorang manusia.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe