Percaya Pada Pseudo-science?

20:32



Jaman memang makin modern, dan manusia pun mulai meninggalkan hal-hal yang mistis serta kurang logis. Meski begitu, masih saja ada budaya populer yang membawa-bawa pseudo-science -ilmu semu- dan mengemasnya seperti ilmu sahih. Memang sih, akan banyak orang yang berargumen "ah cuma buat seru-seruan aja kok". Tapi efek viral pseudo-science ini berbahaya, dan dapat menimbulkan rasisme, lho. Untuk itu, yuk kita hati-hati terhadap berbagai pseudo-science di sekitar kita. Apa saja?

1. Ramalan bintang
Kalau ini sih, jelas. Bahkan orang yang percaya pada ramalan bintang pun sebetulnya paham kalau ramalan bintang itu hanya menggunakan validasi subyektif, bahasa mudahnya "ngepas-ngepasin". Tapi mereka pikir, lucu dan mudah saja menggunakan ramalan bintang untuk memahami seseorang, gebetan misalnya.

Ramalan bintang ini,katanya sih berlandaskan pada konstelasi yang terbentuk saat kita lahir. Makanya, kita lahir dengan sifat-sifat tertentu. Tapi konstelasi jaman sekarang sih, sudah jaih berbeda dengan konstelasi jaman dahulu. Itupun kalau memang benar konstelasi punya pengaruh pada sifat kita.

2. Golongan darah.
Ramalan dengan menggunakan golongan darah memang sedang nge-trend. Bahkan ada buku yang bercerita tentang kartun golongan darah, dan dibuat oleh orang Korea. Kalau yang satu ini, dampaknya lebih mengerikan ketimbang ramalan bintang, karena selain menyalahi aturan medis, ramalan golongan darah juga menimbulkan dampak rasisme di Jepang. Karena, Orang Jepang percaya dengan golongan darah lho! Bahkan banyak wawancara kerja di Jepang yang menggunakan golongan darah.

Nah, kalau sudah masuk dunia kerja, jelas sudah berbahaya sekali. Masalahnya, kompetensi seseorang tak bisa diukur hanya dengan golongan darah. Jangan sampai Indonesia jadi seperti itu.

3. Analisa sidik jari
Cek potensi anak Anda dengan analisa sidik jari. Begitulah yang dikatakan oleh iklan-iklan yang (katanya) profesional. Seolah ilmu ini sudah teruji kebenarannya, karena untuk mengikuti analisa ini Anda harus membayar biaya yang tak sedikit. Padahal sidik jari sama sekali tak menyimpan informasi tentang kecerdasan, apalagi tentang kepribadian.

4. Garis tangan
Benarkah garis tangan dapat menentukan nasib? Kalau begitu, pasti enak sekali. Tinggal datangi doktet operasi plastik dan ubah garis tangan Anda. Nyatanya, nasib manusia jauh lebih rumit ketimbang guaran-guratan pada telapak tangan.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe