Mengijinkan Mereka Menikah Lagi

20.41



Beberapa waktu yang lalu, kami telah membahas tentang bagaimana mengatasi trauma anak pasca perceraian di sini. Namun, perceraian tidak hanya berdampak pada anak. Orangtua pun juga.
Mungkin banyak orangtua yang masih memilih untuk sendiri saat anak masih dalam usia tumbuh kembang, agar fokus dalam membesarkan anak. Namun ketika anak telah beranjak dewasa, banyak ibu atau ayah yang kemudian memutuskan untuk menikah kembali.

Permasalahan ayah atau ibu tiri memang bukan hal yang baru lagi. Meski memang tidak seperti yang ada di sinetron, tetapi banyak anak yang kurang menerima kehadiran orangtua baru di kehidupan mereka. Hal tersebut wajar, karena pasti ada perasaan "asing" saat melihat ibu atau ayah kita bersama orang lain, dan tentunya sulit menggantikan sosok orangtua kandung kita.

Hanya saja, sebagai anak yang orangtuanya akan menikah lagi, ada beberapa hal yang harus kita pahami. Yang pertama, orangtua kita adalah manusia biasa. Seperti layaknya kita, yang butuh seorang pasangan, mereka pun juga. Jelas ada perbedaan antara menerima seseorang yang baru sebagai menantu, dan menerima seseorang sebagai Ayah/Ibu yang baru. Namun tegakah kalian meninggalkan Ibu/Ayah kalian sendirian, usai kalian menikah nanti?


Yang kedua, tidak ada perpisahan yang tanpa sebab. Ini berlaku bagi kalian yang orangtuanya berpisah karena perceraian. Mungkin kalian merasa marah, merasa bahwa orangtua tak memikirkan perasaan kalian. Sudah bercerai, menikah lagi pula. Kalian akan merasa seperti disakiti dua kali lipat. Namun kalian pasti pernah merasakan putus cinta, bukan? Dan sesepele apapun penyebabnya, tetap saja kalian tak mungkin bersama lagi dengan dia. Dan hal ini juga terjadi pada orangtua kalian. Pernikahan itu tidak selalu menjadi akhir kisah cinta yang bahagia, lho. Karena pernikahan, kan, bukan seperti pacaran yang hanya diisi dengan jalan-jalan berdua saja. Banyak hal yang harus dipikirkan dalam pernikahan.

Dan yang terakhir, hidup tidak selalu tentang diri kita sendiri. Wajar sekali, bila manusia cenderung memikirkan kepentingannya sendiri. Terlebih pada usia muda, di mana ada banyak ambisi yang ingin kita capai. Namun seiring dengan perkembangan usia, kita harus menyadari bahwa kebahagiaan kita tak selalu tentang kita saja. Kebahagiaan itu semestinya datang sepaket bersama kebahagiaan orang-orang terdekat. Dan terutama, orangtua yang telah membesarkan Anda selama ini.

Menerima orang baru untuk menggantikan kehadiran seseorang yang berarti di hidup kita memang tidak mudah. Tapi, hidup pada dasarnya memang tentang perubahan, kan?

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe